Putu Khrisna Weda Pratama
Biodata
Nama : Putu Khrisna Weda Pratama
NPM : 2206055416
TTL : Denpasar, 01 Oktober 2003
Tempat Tinggal : Bali
Nama saya Putu Khrisna Weda Pratama, lahir dan besar di Bali, sebuah tempat yang kaya akan budaya, tradisi, dan nilai-nilai kehidupan. Alasan saya memilih Universitas Indonesia (UI) adalah karena reputasinya yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi tempat bertemunya individu-individu yang beragam, memungkinkan saya untuk belajar dari berbagai perspektif. Selain itu, UI menawarkan berbagai fasilitas dan peluang yang dapat menunjang pengembangan diri saya, baik dari segi akademik maupun non-akademik.
Saya ingin menggali ilmu dan pengalaman di UI untuk mempersiapkan diri menjadi individu yang memiliki kompetensi global namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai lokal. Besar harapan saya, setelah lulus dari kampus ini, saya dapat menjadi manusia yang bijaksana, mampu mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab, dan memberikan kontribusi nyata yang berguna bagi masyarakat serta lingkungan di sekitar saya.
Contents
[hide]Minggu pertama dengan Pak DAI
dalam minggu pertamanya, saya melakukan pembelajaran mandiri, mengenai sistem pneumatik dan hidrolik. Hasil pembelajaran saya, saya paparkan kembali dalam video singkat berikut ini
Minggu kedua dengan Pak DAI
DAI5?
Berdasarkan hasil diskusi saya dengan asisten saya (chatgpt) berikut adalah DAI5 menurut pemahaman saya dibantu dengan AI:
1. Deep Awareness (of) I
Deep Awareness (of) I adalah landasan utama dalam kerangka berpikir DAI5, yang menempatkan kesadaran diri sebagai inti dari setiap proses kognitif. Dalam konteks ini, “I” dipandang sebagai pusat kendali yang secara aktif menyadari dan mengarahkan niat, pemikiran, dan tindakan menuju hasil yang diinginkan. Tahap ini berfungsi sebagai pijakan awal untuk seluruh kerangka DAI5.
- Self-Observation (Pengamatan Diri): Proses ini melibatkan kemampuan individu untuk mengenali dan memahami apa yang mereka pikirkan, rasakan, dan lakukan. Dengan pengamatan diri yang mendalam, individu dapat mengenali bias, kekuatan, dan kelemahan yang mungkin memengaruhi cara berpikir dan bertindak.
- Inner Awareness (Kesadaran Internal): Pada tahap ini, individu mengeksplorasi nilai-nilai pribadi, emosi, dan motivasi yang menjadi dasar setiap niat dan tindakan. Kesadaran internal membantu seseorang memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil selaras dengan prinsip dan tujuan hidupnya.
- Contextual Awareness (Kesadaran Kontekstual): Selain kesadaran internal, individu juga harus menyadari konteks eksternal yang memengaruhi situasi mereka. Hal ini mencakup faktor lingkungan, sosial, dan budaya yang dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan.
- Connectedness (Keterhubungan): Kesadaran mendalam tidak hanya terbatas pada diri sendiri tetapi juga mencakup hubungan dengan orang lain dan dunia sekitar. Dengan memahami keterhubungan ini, individu dapat menciptakan tindakan yang berdampak positif tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.
2. Intention (Niat)
Intention adalah tahap awal di mana individu menetapkan niat atau kehendak sebagai dasar pemikiran dan tindakan. Dalam kerangka DAI5, niat adalah penentu arah, yang memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki tujuan yang jelas dan terfokus.
- Clarity of Purpose (Kejelasan Tujuan): Niat dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang apa yang ingin dicapai. Hal ini mencegah tindakan impulsif dan memastikan bahwa energi diarahkan pada tujuan yang relevan.
- Alignment with Values (Keselarasan dengan Nilai): Setiap niat harus sejalan dengan nilai-nilai pribadi dan prinsip etika individu. Ini memastikan bahwa tujuan yang ditetapkan tidak hanya efektif tetapi juga bermakna.
- Focus and Commitment (Fokus dan Komitmen): Intention membutuhkan dedikasi untuk tetap fokus pada tujuan meskipun menghadapi gangguan atau hambatan. Komitmen ini memperkuat tekad individu untuk mencapai hasil yang diinginkan.
3. Initial Thinking (Pemikiran Awal)
Initial Thinking adalah proses eksplorasi awal di mana individu mulai menyusun dasar pemikiran. Tahap ini melibatkan identifikasi masalah, pengumpulan informasi, dan analisis perspektif untuk membentuk pemahaman yang solid.
- Problem Identification (Identifikasi Masalah): Langkah pertama adalah mengenali dan mendefinisikan masalah atau tantangan yang dihadapi. Ini mencakup pertanyaan mendalam untuk menggali akar penyebabnya.
- Information Gathering (Pengumpulan Informasi): Individu mengumpulkan informasi yang relevan dari berbagai sumber untuk memperluas wawasan. Data yang akurat dan lengkap menjadi kunci dalam membangun dasar pemikiran yang kuat.
- Perspective Exploration (Eksplorasi Perspektif): Tahap ini melibatkan pertimbangan berbagai sudut pandang, baik dari pengalaman pribadi maupun pandangan eksternal, untuk memastikan bahwa pemahaman awal tidak bias.
4. Idealization (Idealisasi)
Idealization adalah proses kreatif di mana individu membayangkan hasil yang ideal atau solusi terbaik. Ini adalah tahap di mana visi dan tujuan akhir didefinisikan dengan jelas, memberikan panduan untuk langkah-langkah selanjutnya.
- Visualization of Outcomes (Visualisasi Hasil): Individu membayangkan hasil akhir yang diinginkan dengan detail. Ini membantu menciptakan motivasi dan arah yang jelas untuk mencapai visi tersebut.
- Defining Success (Mendefinisikan Keberhasilan): Pada tahap ini, individu menetapkan parameter atau indikator keberhasilan untuk memastikan bahwa tujuan yang ideal dapat diukur.
- Creativity and Innovation (Kreativitas dan Inovasi): Proses idealisasi melibatkan pemikiran kreatif untuk menghasilkan solusi yang unik dan inovatif, sesuai dengan konteks masalah yang dihadapi.
5. Instruction Set (Panduan atau Langkah-langkah)
Instruction Set adalah tahap di mana individu menyusun rencana tindakan konkret berdasarkan pemikiran dan visi sebelumnya. Langkah ini memastikan tindakan dilakukan secara terorganisir, efektif, dan konsisten dengan tujuan yang diinginkan.
- Step-by-Step Planning (Perencanaan Langkah demi Langkah): Individu merancang rencana kerja terperinci yang mencakup langkah-langkah spesifik, prioritas, dan jadwal pelaksanaan.
- Resource Allocation (Pengalokasian Sumber Daya): Tahap ini melibatkan identifikasi dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan rencana, seperti waktu, tenaga, dan material.
- Feedback Mechanism (Mekanisme Umpan Balik): Untuk memastikan efektivitas, instruction set dilengkapi dengan mekanisme untuk mengevaluasi kemajuan dan menyesuaikan rencana jika diperlukan.
Penerapan DAI5 dalam perancangan sistem hidrolik
mulai dari hal paling dasar mengenai sistem hidrolik, apa sih sitem hidrolik itu? sistem hidrolik adalah teknologi yang menggunakan fluida cair untuk mentransmisikan daya. Teknologi ini bekerja berdasarkan prinsip Hukum Pascal, yang menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada fluida di ruang tertutup akan diteruskan secara merata ke semua arah. Hal ini memungkinkan sistem hidrolik untuk menghasilkan gaya besar meskipun menggunakan komponen berukuran kecil.
Lalu, penggunaannya bagaimana? Penggunaannya sendiri sangat luas, mulai dari industri hingga alat berat. Di pabrik, sistem hidrolik digunakan dalam mesin press, conveyor, atau mesin injeksi plastik. Pada alat berat seperti excavator atau crane, hidrolik memungkinkan gerakan angkat atau dorong dengan kekuatan besar. Di transportasi, teknologi ini diaplikasikan pada sistem rem kendaraan, baik mobil, truk, maupun pesawat. Bahkan, dalam pembangkit listrik, hidrolik digunakan untuk menggerakkan turbin air.
Sistem hidrolik didasarkan pada Hukum Pascal, yaitu:
'Tekanan yang diberikan pada fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan secara merata ke segala arah.'
di mana 𝑃 adalah tekanan (dalam Pascal), 𝐹 adalah gaya (dalam Newton), dan 𝐴 adalah luas penampang (dalam meter persegi).
Sebagai contoh perhitungan sederhana, teman saya memiliki mobil Daihatsu Rocky dengan berat 1580 kg yang bannya ingin diganti menggunakan dongkrak hidrolik, dengan asumsi besar Luas penampang silinder output 0.01 m^2 dan silinder input 0.0001 m^2. Tentukan besar gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat mobil!
Laporan Tugas Besar SKE
Klik di bawah ini untuk melihat Laporan Tugas Besar Sistem Konversi Energi saya,
Page Tugas Besar : Desain dan Analisis Sistem Hidrolik pada Injection Molding dengan Metode DAI5