Valve - Wildan Firdaus

From ccitonlinewiki
Revision as of 18:03, 2 December 2020 by Wildan Firdaus (talk | contribs)
Jump to: navigation, search

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh. Selamat sore, berikut adalah page valve saya untuk mata kuliah sistem fluida.

BIODATA DIRI

Nama : Wildan Firdaus

NPM  : 1906435574

Fakultas/ Jurusan : Teknik/ Teknik Mesin

Kelas Sistem Fluida 03


Pertemuan Sistem Fluida Pertama 12 November 2020

Pada pertemuan pertama bapak Ahmad Indra menjelaskan tentang pressure drop yang terjadi pada valve jika dialiri suatu fluida dengan menggunakan aplikasi CFDSOF.Disini Kita diberi tugas untuk mensimulasi pressuredrop yang terjadi pada T valve pada sistem perpipaan dengan fluida udara. Valve atau yang biasa disebut katup adalah sebuah perangkat yang mengatur, mengarahkan atau mengontrol aliran dari suatu fluida dengan membuka, menutup, atau menutup sebagian dari jalan alirannya.

Tipe-tipe valve:

- butterfly valve

- check valve

- gate valve

- globe valve

- ball valve

- needle valve

- diaphragm valve

- check valve

- safety valve

- pressure reducing valve

- trap valve


Persamaan Navier-Stokes ini secara matematis menunjukkan hubungan antara konservasi momentum, massa, dan energi pada fluida.


PR 1 Pressure Drop pada Globe Valve keadaan terbuka full

PR yang diberikan oleh Pak Dai setelah pertemuan pertama adalah melakukan simulasi aliran pada jenis valve yang lain. Valve yang saya gunakan untuk simulasi ini adalah globe valve dengan diameter dalam 2 inch.

Berikut adalah geometry valve yang akan saya gunakan pada simulasi ini :

G2.png

Setelah dimodelkan didalam aplikasi inventor lalu file ini export ke dalam bentuk stl. Setealah itu dimasukan ke dalam aplikasi CFDSOF lalu lalu diatur mesh geometry, fluid properties, boundary condition dan kecepatan fluida pada input valve sebesar 1m/s. Lalu dilanjutkan dengan run solver

G3.png

Setelah itu akan tampil residul monitor seperti gambar berikut

G2.1.png

Selanjutnya hasil dari aplikasi cfdsof, diinput ke aplikasi paraview. Lalu kita menentukan tekanan statik, tekanan dinamis, dan tekanan total

G4.png


G5.png

Setelah itu gunakan fitur integrated variable untuk mengetahui tekanan total pada input dan output dari globe valve. Pressure drop dari valve ini dapat kita hitung dengan cara mencari selisih tekanan total pada input dan output valve. pdrop = ptot input - ptot output. Berikut adalah hasilnya

G6.png

Dari data diatas kita dapat mengetahui nilai pressure drop nya yaitu 9.49789 - 1.32186 = 8.17603 Pa


Pertemuan Sistem Fluida Kedua 19 November 2020

Pada pertemuan kedua pak Ahmad Indra mengajak kami semua mahasiswa kelas sistem fluida dan mahasiswa kelas cfd untuk berdiskusi tentang segitiga kecepatan yang ada di sistem fluida. Sistem fluida adalah suatu system yang terdiri dari beberapa komponen yang bertujuan untuk mengalirkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain, contohnya adalah sistem yang teridiri dari gabungan antara tangki, pipa dan pompa.

Pada system fluida kita dapat menemukan berbagai macam hal seperti contohnya adalah segitiga kecepatan. Segitiga kecepatan adalah segitiga yang memberikan informasi tentang dasar dasar kinematika dari suatu aliran pada saat menumbuk sudu suatu mesin pada sistem fluida. Segitiga ini berfungsi untuk mengetahui besar dan arah kecepatan keliling, kecepatan mutlak dan kecepatan relatif aliran terhadap sudu pada aliran fluida, sehingga pada akhirnya kita menggunakan segitiga kecepatan untuk menghitung head dan debit sehingga kita bisa mengetahui seberapa besar daya yang dihasilkan oleh suatu mesin fluida. Didalam menganalisa suatu fluida terdapat 3 cara atau metode yang bisa digunakan yaitu :

1. Experiment. Melakukan metode secara langsung. Metode ini memerlukan banyak waktu dan biaya.

2. Teori. Digunakan untuk memverifikasi data yang diambil.Contoh data experiment.

3. Numerik gabungan antara experiment dan teoritis.

Pada pertemuan kali ini kami juga diberikan tugas oleh pak DAI, yaitu membuat system dengan menggunakan openmodelica dengan memanfaatkan fasilitas fluida pada openmodelica. Tugas memahami waktu yang dibutuhkan untuk mengalirkan fluida dari tanki 1 ke tanki 2 menggunakan openmodelica. Perbedaan ketinggian 1m.


PR 2 Mempelajari Sistem Fluida di Openmodelica

PR yang diberikan oleh Pak Dai setelah pertemuan kedua adalah mempelajari openmodelica dengan melakukan simulasi pada tangki. Pada openmodelica kita dapat merancang suatu sistem, salah satunya adalah sistem fluida. Disini saya mempelajari example dari sistem fluida yaitu sistem fluida "empty tank" disini saya mempelajari beberapa bahasa pemograman yang ada di open modelica. Pertama tama kita menginput komponen tangki dan pipa pada diagram view dengan cara mendrag tank dan pipa yang ada di library


Drag Tank.png


Sehingga nanti hasilnya akan seperti ini


Tank.png


Setelah diagram diinput, kita dapat mengedit properties seperti luas area tangki, tinggi level, diameter pipa dan yang lainya yang ada pada tangki dan pipa sesuai dengan yang kita inginkan

Tank1.png
Tank2.png


Kemudian disimulasikan agar kita mendapatkan data yang diinginkan pada variable browser.


VB tank 1.png


VB Tank 2.png


Pada simulasi pertama saya menambahkan waktu untuk mengosongkan tangki yaitu 100 detik. Ternnyata masih menghasilkan grafik seperti dibawah, yang menandakan tangki belum kosong.

Grafik Tank 1.png


Setelah itu saya menambahkan batas waktunya menjadi 300 detik. Sehingga menjadi grafik seperti ini


Grafik Tank 2.png


Dari grafik yang ditunjukan, kita dapat mengetahui jika untuk mengosongkan tangki dengan dimensi luas penampang 2 meter persegi dan tinggi 2 meter melalui pipa dengan diameter 0.1 meter adalah selama 122 detik

Link GDrive : https://drive.google.com/file/d/12DmBQSoV2aEv2fA1orgjIDXCCw9dhrqL/view?usp=sharing


Pertemuan Sistem Fluida Ketiga 26 November 2020

Pada pertemuan ketiga pak Ahmad Indra mengajak kami semua mahasiswa kelas sistem fluida untuk mempelajari tentang pemodelan sistem fluida. Permodelan adalah sebuah usaha untuk mempelajari sebuah system actual melalui sebuah system yang di simplifikasi. Hal ini diperlukan untuk memudahkan system yang kompleks dan belum tentu linear. Dan juga permodelan bisa dalam skala kecil dengan biaya yang murah, prinsip dari permodelan adalah sebuah usaha dalam membuat replica dari kondisi actual, yang nanti nya bentuk aktual dari sistem ini akan dibuat dengan menggunakan konsep keserupaan geometris yang sudah dibahas pada awal awal pertemuan kuliah sistem fluida. Permodelan bisa dibagi menjadi beberapa pendekatan yaitu :

- Menggunakan pendekatan hukum dasar fisika atau disebut law driven model

- Menggunakan artificial intelligent yang disebut data driven model yang berasal dari data – data yang dikumpulkan

Kemudian kami semua mencoba melakukan simulasi dengan tutorial dari pak Hariyotejo dengan model two tanks dan empty tanks.

Pemodelan Two Tanks

Two tanks sendiri melakukan pemodelan terkait air pada tangki 1 dengan ketinggian fluida 0.9 m yang mengalir melalui pipa horizontal ke tangki 2 yang pada awalnya sudah berisi air 0.1 m. Kemudian kedua tangki tersebut mencapai kondisi setimbang dimana jumlah fluida dikedua tangki tersebut sama pada t = 1.5 s. Berikut adalah pemodelannya dan grafiknya.


TwoTanksSisflu.png


TwoTanksSisflu2.png


Pemodelan Empty Tanks

Yang kedua adalah simulasi terkait empty tanks. Pada pemodelan ini tangki 1 terdapat fluida dengan 1 m3 yang kemudian mengalir melalui sebuah pipa vertikal menuju tangki 2 (tangki kosong) hingga fluida pada tangki 1 habis pada t sekitar 35 s. Berikut adalah pemodelan dan grafiknya


EmptyTanks.png


EmptyTanks2.png


PR 3 Analisa Pemodelan Sistem Fluida dengan Openmodelica

PR yang diberikan oleh Pak Hariyotejo setelah pertemuan ketiga adalah melakukan analisa pemodelan sistem fluida yaitu berupa heating system dan three tanks dengan menggunakan open modelica.

Dari kedua sistem tersebut isi dari analisa pemodelan nya sebagai berikut :

1. Deskripsi/uraian fisik berdasarkan bagan yang ada

2. Prosedur analisa pemodelan

3. Analisa dan Interpretasi Hasil Pemodelan

4. Catatan konsep utama hukum fisika yang diimplementasikan dalam pemodelan

5. Berikan hasil-hasil simulasi parameter untuk mendukung kesimpulan yang diperoleh


Soal Heating System

Tugas OM 3.1.png

1. Deskripsi / uraian fisik berdasarkan bagan yang ada

2. Prosedur analisa pemodelan

3. Analisa dan Interpretasi Hasil Pemodelan

4. Catatan konsep utama hukum fisika yang diimplementasikan dalam pemodelan

5. Berikan hasil-hasil simulasi parameter untuk mendukung kesimpulan yang diperoleh


Soal Three Tanks

Tugas OM 3.2.png

1. Deskripsi / uraian fisik berdasarkan bagan yang ada

  Sistem diatas adalah sistem yang mendemonstrasikan penggunaan 3 buah tangki yang memiliki ukuran, ketinggian tinggi dan tinggi air didalam tangki yang berbeda. Sistem ini bertujuan untuk membuat level ketinggian air dari ketiga tangki sama jika ditinjau dari 1 referensi. Parameter-parameter lain pada sistem tangki adalah sebagai berikut :

Tangki 1

• Ketinggian Tangki = 12 m

• Cross Area = 1 m^2

• Level Start = 8 m


Tangki 2

• Ketinggian Tangki = 12 m

• Cross Area = 1 m^2

• Level Start = 3 m


Tangki 3

• Tinggian Tangki = height = 12 m

• Cross Area = 1 m^2

• Level Start = 3 m


Pipe1

• Panjang pipa = 2

• ketinggian port_b – ketinggian port_a = height_ab = 2

• Diameter pipa = 0.1


Pipe2

• Panjang pipa = length = 2

• ketinggian port_b – ketinggian port_a = height_ab = 2

• Diameter pipa = 0.1


Pipe3 • Panjang pipaa = length 2

• ketinggian port_b – ketinggian port_a = height_ab = -1

• Diameter pipa = 0.1


2. Prosedur analisa pemodelan

3. Analisa dan Interpretasi Hasil Pemodelan

4. Catatan konsep utama hukum fisika yang diimplementasikan dalam pemodelan

5. Berikan hasil-hasil simulasi parameter untuk mendukung kesimpulan yang diperoleh