User:Bimo.adinugroho

From ccitonlinewiki
Revision as of 11:09, 14 April 2020 by Bimo.adinugroho (talk | contribs)
Jump to: navigation, search

Biodata

AC19F2E7-1CCB-4AD2-B354-99E3AECA1F57-4424-00000326573E3A1D.jpg


Nama : Bimo Adinugroho

NPM : 1706025586

Fakultas/ Jurusan : Teknik/ Teknik Mesin



Kelas Mekanika Fluida 02 2020

Pertemuan 31 Maret


Diajarkan oleh Bang Edo bagaimana mensimulasikan aliran viskos pada suaatu fluida menggunakan software CFD-SOF.

Apa itu Entrance Region?

Dareah dimana suatu aliran fluida masuk ke dalam pipa. Di daerah ini, fluida memiliki kecepatan yang tidak konstan akibat dari tegangan geser yang memengaruhi kecepatan dan tekanan pada saat aliran fluida tersebut masuk ke dalam pipa

Apa itu Fully developed flow?

Profil kecepatan fluida yang telah mengalami perubahan kecepatan ke arah hilir aliran. Saat saat suatu aliran telah mencapai fully developed, maka kecepatan aliran akan menjadi tetap

Pengaruh viskositas dengan pressure drop

Turunnya tekanan pada suatu aliran fluida dari satu titik dalam pipa ke titik hilir pipa. Tekanan pada fluida turun dikarenakan adanya resistansi pada fluida. Resistansi tersebut menghasilkan gaya geser pada fluida dan akhirnya menyebabkan pressure drop. Karena hal tersebut, viskositas dari fluida akan sangat memengaruhi adanya pressure drop

Apa itu Entrance Length?

Jarak dari titik masuknya fluida hingga mencapai titik ketika aliran sudah menjadi fully developed flow


Pertemuan 1 April


Pada pertemuan ini membahas rumus dasar pada Mekanika Fluida. Terdapat 3 hukum yang mendasari rumus pada Mekanika Fluida, yaitu:

1. Konservasi Massa

Hukum ini menjelaskan jika suatu materi tidak dapat dibuat maupun dihilangkan. Dapat didefinisikan perubahan massa terhadap waktu sama dengan 0.

KonservasiMassa.PNG

2. Konservasi Momentum

Hukum ini menyatakan bahwa “jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada sistem, maka momentum total sesaat sebelum sama dengan momentum total sesudah tumbukan”. harus memerhatikan arah kecepatan tiap benda.

KonservasiMomentum.PNG

3. Konservasi Energi

“Kenaikan energi internal dari suatu sistem termodinamika sebanding dengan jumlah energi panas yang ditambahkan ke dalam sistem dikurangi dengan kerja yang dilakukan oleh sistem terhadap lingkungannya.”

KonservasiEnergi.PNG


Berikut ilustrasi suatu aliran yang terdapat entrance region, entrance length, dan fully developed flow yang telah dibahas di pertemuan sebelumnya

Flow di Pipa.PNG


Tugas

A fixed inlet velocity = 0.01 m/s, dynamic viscosity = 4E-5 kg/m.s Pr a1.png

A fixed inlet velocity = 0.01 m/s, dynamic viscositiy = 1E-5 kg/m.s Pr a2.png

A fixed dynamic viscosity = 4E-5 kg/m.s, inlet velocity = 0.04 m/s Pr b2.png


Pertemuan 7 April 2020


Pertemuan ini membahas materi mengenai Government Equation, dimana hal tersebut merupakan persamaan yang mengatur hal yang terjadi pada fluida. Pada rumus bilangan Reynolds Re=gaya inersia/gaya telah dijelaskan bahwa, jika bilangan Reynolds semakin tinggi, maka gaya inersia juga akan semakin tinggi. Peranan gaya viskon akan lebih berpengaruh jika aliran tersebut sudah memasuki tahap fully development. Sementara itu pada aliran yang bersifat inviscid atau pada entrance region gaya viskos dapat diabaikan.

Pernanan gaya inersia sanagat memengaruhi entrance length yang terjadi. Dimana semakin besar gaya inersia, menyebabkan lebih cepatnya aliran tersebut mengalami fully development. Begitu juga dengan Reynolds number seperti pada rumus. Jika dimasukkan ke dalam rumus (le=0.06*Re*D) nilai le akan mengecil dan menyebabkan aliran lebih cepat untuk mengalami fully development.

Selain gaya inersia, gaya viskos juga memiliki peran penting pada entrance length. Secara logika aliran dengan cairan yang lebih encer atau viskoksistas yang kecil akan membuat entrance length semakin panjang dan terjadinya fully development flow lebih lama, begitu juga sebaliknya jiga aliran tersebut memiliki viskotsitas yang tinggi.