Tri Ely Seftyandi

From ccitonlinewiki
Jump to: navigation, search

INTRODUCTION

Trielyseftyandi introduction metnum.jpg

Semangat pagi,

Tri Ely Seftyandi

2206100363

    "Jangan menyerah hanya karena kau lelah!"

PROGRES 1 : DESIGN TANGKI HIDROGEN SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR

Latar Belakan Sejalan dengan strategi mitigasi perubahan iklim, bahan bakar fosil seperti diesel dan bensin tanpa timbal sedang dihapus demi sumber energi yang lebih ramah lingkungan dengan jejak karbon yang lebih rendah. Dengan menggunakan perubahan paradigma ini sebagai peluang, banyak pengembang kendaraan telah berinvestasi dalam berbagai teknologi yang menjanjikan. Beberapa diantaranya sedang mengerjakan mobil listrik, tentu saja, tetapi juga pada mobil bertenaga hidrogen, mobil bertenaga LPG, dan mobil hibrida.

Mengapa Hidrogen menarik untuk dipelajari sebagai bahan bakar alternatif masa depan? karena hidrogen mempunyai 6 keunggulan, diantaranya :

1. Tidak ada emisi CO2 langsung

Tidak ada karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan saat menggunakan hidrogen. Ketika bereaksi dengan oksigen, hidrogen hanya menghasilkan listrik, air, dan panas. Dan karena tidak mengandung karbon, tidak ada CO2 yang tercipta. Ini berarti bahwa dengan beralih dari bahan bakar fosil ke hidrogen pada mesin, turbin gas, boiler, dan sel bahan bakar, penciptaan tenaga dan panas dapat dilakukan tanpa emisi CO2 langsung.

2. Kepadatan energi tinggi

Hidrogen terbakar dengan cepat dan pada suhu tinggi. Ketika dikombinasikan dengan oksigen dan menyala, membentuk air dan melepaskan panas. Karena pengetahuan kita tentang cara menangani sifat mudah terbakar hidrogen dengan aman telah berkembang, hal ini membuka potensi hidrogen sebagai sumber daya untuk kebutuhan energi jangka panjang kita, karena bahan bakar yang lebih bersih sekarang dapat dibuat dengan hidrogen yang sangat efisien.

3. Berlimpah dan serbaguna

Hidrogen adalah unsur yang paling melimpah di alam semesta dan ada di sekitar kita, terutama dalam bentuk air (H2O) dan bahan bakar fosil, atau dikenal sebagai hidrokarbon. Tetapi sangat jarang untuk menemukan hidrogen murni di alam sebagai gas — kadar tipikalnya kurang dari satu bagian per sejuta volume. Oleh karena itu, untuk membuat hidrogen murni, ia harus diproduksi dari bahan bakar fosil, biomassa, atau air.