Talk:Soal jawab mekanika fluida, munson, example 8.2 laminar pipe flow

From ccitonlinewiki
Revision as of 07:46, 8 April 2020 by Admin (talk | contribs) (Konsep aliran laminar: new section)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to: navigation, search


Gandessatria

49 months ago
Score 0++

Assallammualaikum wr.wb Selamat pagi.

untuk solution point c, saya masih belum bisa memahami bagaimana bisa didapati p3 = 200kPa. Penjabaran penyelesaiannya bagaimana?

Terimakasih dan mohon bantuannya.

Iza Azmar Aminudin

49 months ago
Score 0++

Waalaikumussalam Wr. Wb Izin coba berpendapat teman-teman, pada soal point c, yang mana kondisi yang dipakai adlah kondisi pada soal b. Pada soal B, karena adanya suatu kemiringan pipa yang mengakibatkan adanya perubahan energi potensial pada aliran. perubahan energi ini menjadi semakin besar sehingga energi ini 'menambal' energi yang hilang akibat viscous dissipation. Sehingga diasumsikan tidak ada energi yang hilang pada aliran dan dapat dijabarkan bahwa delta p=0.

Maka dengan demikian, jika kita masukka informasi tersebut kedalam persamaan delta p=p1-p3=(128ulQ)/(pi.D^4)=0 ---> p1=p3=200 kPa. Selain itu, dapat disimpulkan pada kondisi ini, panjang l tidak berpengaruh pada perhitungan.

Mohon koreksinya teman-teman, terima kasih

ElitaK

49 months ago
Score 0++

Waalaykumussalam Wr. Wb, izin menyumbang pendapat.

untuk pembahasan bagian c, digunakan conditions dari bagian b dengan p1= 200 kPa dan p1=p2. ditanyakan berapa tekanan pada poin x3 = 5m.

disitu dinyatakan bahwa jika p1 = p2, maka variabel L sebagai panjang pipa, tidak masuk dalam equation (bisa dibuktikan dengan menghitung ulang menggunakan eq.1 pada poin a). Kemudian dari pernyataan tersebut, diambil kesimpulan bahwa delta p adalah 0 untuk L berapapun.

Sebagai pembahasan, diambil sebuah permisalan dengan menggunakan p3 (p3 disini hanya digunakan untuk menghindari kerancuan dengan p2 dan meng-establish bahwa p3 adalah pressure dimana x3 berada). Dalam pembahasannya dinyatakan, jika delta p sama dengan 0 untuk panjang L berapapun, maka dapat ditulis p1-p3 = 0 = delta p, jika L = x3-x1 = 5 m (angka 5 m dinyatakan pada soal bagian c). Maka, karena delta p sama dengan 0 , kondisi berikut di dapatkan p1=p3=p2 (p2 disini ditambahkan dari poin soal yang lain. untuk menegaskan kembali fakta bahwa, pada aliran tersebut, delta p = 0 untuk L berapapun. berarti pada titik manapun sepanjang pipa). Dari pembahasan itu maka dapat disimpulkan bahwa ; p1=p2=p3=200 kPa (karena nilai p1 = 200 kPa (tertera pada soal c))

Terima kasih. Semoga membantu. Mohon koreksinya jika dirasa kurang tepat.

Muhammad Ridhwan Sunandar

49 months ago
Score 0++
Assalamu'alaikum wr.wb. Selamat pagi. Untuk di point b, tertulis "Since the sine of an angle cannot be greater than 1, this flow would not be possible." Saya masih belom terlalu paham di kasus ini mengapa aliran tersebut tidak mungkin. Apakah ada yang bisa menjawabnya? Terima kasih dan mohon bantuannya.

ElitaK

49 months ago
Score 0++

Waalaykumussalam. Selamat pagi. Saya bermaksud membantu menjawab, dalam pembahasan tertera, 'Since the sine of an angle cannot be greater than 1, this flow would not be possible'. Kalimat ini di dahului oleh 'For the zero-pressure-drop pipe on the hill, it is the change in potential energy of the fluid “falling” down the hill that is converted to the energy lost by viscous dissipation. Note that if it is desired to in- crease the flowrate to Q 􏱻 1.0 􏲐 10􏱿4 m3􏰒s with p1 􏱻 p2, the value of u given by Eq. 1 is sin u 􏱻 􏱿1.15.' diasumsikan jika pipa tersebut berada pada tanjakan, maka sinus sudut yang dibutuhkan tidak boleh lebih dari 1 yang juga berarti sudut yang dibutuhkan bagi fluida tidak boleh lebih dari 90 derajat (yang mana, akan mengakibatkan tanjakan tersebut memiliki sudut tumpul = tidak mungkin).

berarti, untuk menyiasatinya, perlu digunakan perubahan dalam sistem, dalam kasus ini, diusulkan untuk menggunakan diameter pipa yang lebih besar.

hal ini disebabkan karena, sin teta dari slope berbanding terbalik dengan besarnya diameter pipa (tertera pada poin b pembahasan).

Mohon koreksinya jika dirasa kurang tepat. Terima kasih

Rizki.ramadhan81

49 months ago
Score 0++
waalaikumsalam saudara Ridhwan dan Saudari Yeva. Saya ingin sedikit mengkritik jawaban dari Saudari Yeva untuk sin teta = -1,15 apabila flowrate dinaikkan menjadi 1 x 10^-4 m^3/s. Menurut hemat saya, tidak ada hubungannya hasil sinus yang keluar dari range rasional -1<sin teta<1 dengan sudut tumpul pada tanjakan.Sin teta = -1,15 hanya menunjukkan bahwa aliran fluida tersebut tidak dapat dialirkan mau berapapun sudut tanjakannya. Jadi menurut saya, sedikit keliru apabila dikatakan apabila sin teta lebih besar dari 1 atau -1 maka sudut yang terbentuk adalah sudut tumpul. Karena nyatanya untuk sudut tumpul(>90 derajat) masih memperoleh hasil pada range rasional -1<sin teta<1

ElitaK

49 months ago
Score 0++

Selamat pagi, terima kasih pada Sdr. Rizki Ramadhan untuk koreksinya. Barusan saya membaca ulang di bab 8 buku Munson untuk meng-crosscheck, dan memang benar korelasi antara sudut tumpul dengan sin kurang tepat.

Sedikit tambahan untuk Sdr. Ridhwan (semoga membantu untuk simplifikasi konsep); tertera di pembahasan bab 8 buku Munson (subbab 8.2) It is seen that the driving force for pipe flow can be either a pressure drop in the flow direction, delta-p, or the component of weight in the flow direction, 􏰀minus gamma x length sin teta. If the flow is downhill, gravity helps the flow (a smaller pressure drop is required; sin teta < 0). If the flow is uphill, gravity works against the flow (a larger pressure drop is required; sin teta > 0).

Terima kasih.

Varianmhmd

49 months ago
Score 0++

Assalamu'alaikum, selamat pagi semua

Pada solution a, jika fluida dalam keadaan turbulen atau transisi, solusinya menjadi seperti apa ya? Terimakasih dan mohon bantuannya

Alesdaniel

49 months ago
Score 0++
Selamat pagi, ingin membantu menjawab dari teman-teman asisten. Untuk solution a jika dalam keadaan Turbulent, bisa digunakan persamaan dasar pressure loss saja (f*(L/D)*(rho*V^2/2). Akan tetapi, untuk mencari besar friction factornya, perlu mencari terlebih dahulu menggunakan Colebrook Equation atau Moody Chart dan juga mempertimbangkan roughness dari permukaan yang dilalui oleh fluida tersebut, bergantung pada material yang digunakan. Pada dasarnya, rumus yang digunakan adalah sama, yang membedakan hanya mencari besar friction factornya.

Jenizhar

49 months ago
Score 0++

Assalualaikum wr. wb Selamat siang

perkenalkan saya Jenizhar Adivianto (1806181810), saya ingin bertanya mengenai soal (b) pada example 8.2. disitu disebutkan bahwa dengan debit yang sama tekanan harus P1 = P2, pertanyaan saya bagaimana hubungan P1 = P2 terhadap rumus pada solusi (b)? saya masih belum paham hubungannya, terima kasih

Anonymous user #1

49 months ago
Score 0 You
Waalaikumsalaam wr. wb. Perkenalkan saya Mizan Eryandhika Guntorozi dengan NPM 1806181823, izin membantu menjawab pertanyaan saudara Jenizhar Adivianto. Jadi, disitu dituliskan delta p = 0. dapat dibaca kembali pada buku Munson di Eq.12 yang pada awalnya terdapat delta P pada rumus yang ada. Sehingga, menurut saya tinggal masukkan saja 0 nya ke dalam rumus lalu kita mendapatkan persamaan tersebut. Terimakasih, mohon dikoreksi kalau ada yang salah.

Mizan.eryandhika

49 months ago
Score 0++
Waalaikumsalaam wr. wb. Mohon maaf sebelumnya, komen jawaban yang diatas ini adalah kesalahan saya lupa login dengan akun saya, jadi akan saya ulangi kurang lebih jawabannya sama dengan yang di atas. Perkenalkan saya Mizan Eryandhika Guntorozi dengan NPM 1806181823, izin membantu menjawab pertanyaan saudara Jenizhar Adivianto. Jadi, disitu dituliskan delta p = 0. dapat dibaca kembali pada buku Munson di Eq.12 yang pada awalnya terdapat delta P pada rumus yang ada. Sehingga, menurut saya tinggal masukkan saja 0 nya ke dalam rumus lalu kita mendapatkan persamaan tersebut. Terimakasih, mohon dikoreksi kalau ada yang salah.

Anonymous user #1

49 months ago
Score 0 You
Assalamualaikum, selamat sore, saya Vian ingin sedikit bertanya tentang solusi yang ada pada soal 8.2. Pada solution a tercantum bahwa rumus pressure drop adalah 128(miu)lQ/(pi)D^4. Dari manakah angka 128 tersebut berasal?

Favianadyatma

49 months ago
Score 0++
Atas nama Favian Adyatma dengan NPM 1806181773

Radityaaryaputra

49 months ago
Score 0++
saya izin menjawab, 128 pada soal b itu berasal dari penurunan rumus V=Q/A, dimana Q = πD^2Vc / 4 dan V = ΔpD^2 / 32μl, sehingga Q = πD^4Δp / 128μl pada Eq.8.9.

Edward.joshua81

48 months ago
Score 0++

Selamat siang, izin bertanya, misalkan kita menghitung pressure di mulut pipa. apakah pressure yang kita hitung merupakan pressure yang ada di titik tengah pipa atau pressure rata-rata dari cross section pipa tersebut? karena menurut saya pressure di tiap titik di cross-section pipa berbeda-beda (berdasarkan analisis CFD yang saya lakukan). tentunya ada titik yang menjadi acuan dalam perhitungan.

maka dari itu, untuk kasus aliran fluida laminar pada pipa ini apakah hasil perhitungan ini merujuk pada suatu titik acuan atau merupakan rata-ratanya?

mohon koreksi apabila terdapat kesalahan.

Luthfi Aldianta

48 months ago
Score 0++
Selamat siang, ingin mencoba menjawab pertanyaan dari Edward mengenai bagaimana pressure yang di hitung apabila sebagai contoh di mulut pipa di cross - section, di hitung di tengah pipa atau rata - rata dari cross section. Kalau menurut saya pressure tersebut adalah rata - rata dari cross - section area pada mulut pipa, karena apabila titik, akan berbeda apabila titik acuan pada cross - section berubah dan saat di mulut pipa belum terjadi fully developed. Terima kasih, mohon maaf apabila ada kesalahan dan silahkan untuk dikoreksi
Add your comment
ccitonlinewiki welcomes all comments. If you do not want to be anonymous, register or log in. It is free.

Konsep aliran laminar

Aliran laminar adalah aliran yang ideal dimana setiap lapisan senantiasa bergerak paralel, tidak memotong satu dengan yang lainnya