Stefanus Nandiwardhana Mahardhika

From ccitonlinewiki
Jump to: navigation, search

Introduksi


Tampak Samping Stefanus Nandiwardhana M
Tampak Depan Stefanus Nandiwardhana M

Perkenalkan, nama saya Stefanus Nandiwardhana Mahardhika (Akrab dipanggil Evan). Saya adalah mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Indonesia angkatan 2017. Saya adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa rantau di Universitas Indonesia. Saya lahir di Kota Yogyakarta pada tanggal 25 Februari 1999.

Nama: Stefanus Nandiwardhana Mahardhika
Jurusan: Teknik Mesin
Angkatan: 2017
NPM: 1706036160


Kenapa Anak Teknik Mesin Harus Belajar Kalkulus?


Menurut saya kalkulus adalah salah satu ilmu yang mendasar dalam ilmu ke-Teknik-an. Tidak jarang dalam memecahkan sebuah masalah, baik yang kompleks maupun yang sederhana, kita sebagai orang teknik memerlukan ilmu kalkulus. Dari memplot grafik sampai menghitung efisiensi sebuah pembangkit listrik tenaga uap, terdapat banyak hal yang tidak bisa terlepas dari penggunaan ilmu kalkulus.

Pertemuan Pertama


Pada pertemuan pertama mata kuliah metode numerik ini, saya dikenalkan dengan Dr. Ahmad Indra dan Dr. Eng. Radon Dhelika. Kuliah diawali dengan penjelasan singkat akan mata kuliah Metode Numerik oleh Pak Dai. Beliau juga menjelaskan akan sistem penilaian di kelas ini yang lebih melihat kepada perkembangan yang dialami oleh mahasiswa selama mengikuti mata kuliah ini. Hal ini dikarenakan kepercayaan Pak Dai dan Pak Radon terhadap continuous learning. Pak Radon kemudian menambahkan alasan penggunaan bahasa koding Python dalam pembelajaran mata kuliah ini yang berupa semakin populernya penggunaan bahasa Python dalam berbagai hal. Hal ini memudahkan mahasiswa dalam mencari informasi bantuan dalam mempelajarinya.

Tugas 2: 
*Pelajari Python
*Buatlah sebuah program untuk memecahkan soal limit (x^2 - 1)/(x - 1) dengan algoritma flowchart/kata-kata.
*Tulis aplikasi dari metode numerik

Tugas 1


1. Pemecahan soal limit (x^2 - 1)/(x - 1) ternyata tidaklah gampang. Awalnya saya mencoba-coba berusaha membuat koding sendiri dari awal tanpa bantuan library. Namun, setelah mencoba-coba dan gagal, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan bantuan Sympy Library. Berikut hasilnya:

HW 1 Stefanus.jpg

Penggunaan Sympy Library sangatlah mempersingkat dan menyederhanakan koding yang perlu ditulis.

Saya menggunakan Jupyter Notebook sebagai interface editor dalam menulis koding Python dengan bantuan Anaconda Navigator sebagai launcher-nya.

Line 1: Koding yang saya tulis diawali dengan "from sympy import limit" untuk melakukan impor modul simpy yang berhubungan dengan limit. Saya juga bisa menggunakan "*" untuk menggantikan "limit" untuk mengimpor semua modul dan membiarkannya mencari sendiri modul yang berhubungan. 
Line 2: Kemudian saya menetapkan x sebagai simbol x yang ada di simpy
Line 3: Kemudian  saya menetapkan sebuah karakter acak ("r") untuk ditetapkan sebagai persamaan yang ingin dicari (limit (x^2 - 1)/(x - 1)). Setelah penulisan persamaan, saya memberi tanda koma untuk menuliskan variabel dan angka yang didekati.
Line 4: Terakhir, saya memerintahkan agar jawaban dari persamaan tadi dicetak.

Jawaban yang didapatkan adalah 2.


2. Aplikasi dari metode numerik tentunya sangat banyak, mengingat metode numerik adalah salah satu cara pemecahan permasalahan perhitungan matematika dengan solusi yang berupa perkiraan sehingga penyelesaiannya cenderung lebih sederhana daripada metode analitik. Berikut adalah contoh aplikasi dari metode numerik:

  • Penyelesaian persamaan diferensial
  • Regresi
  • Interpolasi
  • Integrasi Numerik
  • Differensiasi Numerik

Semuanya tentunya sangat dibutuhkan dalam banyak bidang, terutama bidang ke-teknik-an.

Pertemuan Kedua


Pada pertemuan kedua, Membahas komputer sebagai media menulis coding. Pak Dai menggunakan permainan komputer catur sebagai sebuah contoh. mengapa google ads dapat mengetahui kebutuhan kita saat itu? Apa yang membuat database google lebih luas daripada database otak kita. Perbedaan 32 bit dan 64 bit adalah jumlah interger yang bisa dibaca oleh komputer tersebut. 32 bit berarti komputer tersebut dapat membaca 2^31. Komputer secara fisik hanya mengenal on (1) dan off (0), atau yang disebut sebagai binary code. OS yang mampu menjalankan software 32 bit berarti dia dapat membaca sekian binary code. Apabila terdapat lebih maka dia akan mengalami overflow. Sedangkan 64 bit mempresentasikan angka paling kecil dan paling besar lebih banyak lagi sehingga lebih cepat dan lebih akurat daripada 32 bit. 5.0 adalah pancasila karena teknologi harus empowering human. Jangan sampai teknologi malah menjadi melemahkan manusia. Jangan sampai manusia di-drive oleh teknologi seperti sosial media dll. Kita yang harus bisa me-drive teknologi. Hal ini dapat dilakukan salah satunya sebagai orang mesin adalah mengerti numerik software yang kita gunakan dalam bidang engineering.

Kami kemudian diberikan pelajaran akan dasar-dasar python oleh Pak Radon. Karena keterbatasan program pada komputer kampus, kami terpaksa menggunakan website pythonanywhere.com sebagai media untuk menulis koding python. Di situ kami belajar untuk mencetak "Hello Python World" sampai beberapa koding yang berupa Tuples dan Lists. Berikut adalah hasil percobaan saya menggunakan Tuples dan Lists.

Setiap software engineering dilakukan melalui trial and error.

Python evan.PNG

Numerical methods in engineering with python 3

Minggu depan jam 4 sore quiz tentang pemrograman