Difference between revisions of "Muhammad Shidqy Wasis"

From ccitonlinewiki
Jump to: navigation, search
(Tugas Penjelasan dan Penurunan Transport Reynolds)
(Tugas Penjelasan dan Penurunan Transport Reynolds)
Line 187: Line 187:
 
:Simak selengkapnya pada video berikut:
 
:Simak selengkapnya pada video berikut:
 
:[https://youtu.be/Q6Zy6FCqmpk Video Penjelasan dan Penurunan Teorema Reynolds]
 
:[https://youtu.be/Q6Zy6FCqmpk Video Penjelasan dan Penurunan Teorema Reynolds]
;Kelompok 6 Mekanika Fluida:
+
:Kelompok 6 Mekanika Fluida:
 
:- Muhammad Shidqy Wasis
 
:- Muhammad Shidqy Wasis
:- Darell Jeremia Sitompul
+
;- Darell Jeremia Sitompul
 
:- Christophorus Agung Widyantoro
 
:- Christophorus Agung Widyantoro
 
:- Nazwan Hafiz Firdaus
 
:- Nazwan Hafiz Firdaus

Revision as of 10:55, 28 March 2023

Header AIR.png

Biodata

Shidqy w Background.png

Nama:

Muhammad Shidqy Wasis

NPM:

2106727935

Lahir:

2 September 2004 (18 tahun)
Bandung, Indonesia

Program Studi:

Teknik Mesin (angkatan 2021)

 

Konsep Mekanika Fluida

Pengertian Mekanika Fluida
Mekanika fluida adalah cabang ilmu teknik yang mempelajari perilaku fluida (zat yang dapat mengalir, seperti gas dan cairan) dalam keadaan diam dan bergerak. Ilmu ini mencakup studi tentang sifat-sifat fluida, seperti kepadatan, tekanan, viskositas, dan aliran fluida di dalam sistem tertentu.
Mekanika fluida penting dalam banyak aplikasi teknik, seperti dalam perancangan alat transportasi (seperti pesawat terbang, mobil, dan kapal), pembangunan infrastruktur (seperti jembatan dan bendungan), pengolahan bahan baku industri (seperti proses pengolahan minyak dan gas), dan pemodelan lingkungan (seperti pengelolaan air dan cuaca). Dalam mekanika fluida, terdapat dua cabang utama yaitu mekanika fluida teoretis dan mekanika fluida eksperimental.

 

Pengertian Kinematika
Kinematika adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari gerakan benda tanpa mempertimbangkan penyebab gerakan tersebut, seperti gaya dan momentum. Ilmu ini mencakup studi tentang posisi, kecepatan, dan percepatan benda dalam ruang dan waktu. Kinematika seringkali digunakan dalam perhitungan pergerakan benda, baik dalam bidang fisika, matematika, maupun teknik.

Tugas 1: ChatGPT

Tell me what manometer is
A manometer is a device used to measure pressure of a fluid. It consists of a tube, typically made of glass or transparent plastic, partially filled with a liquid (such as water or mercury) and connected to the system or equipment being measured. When the pressure inside the system changes, the liquid in the tube will move up or down, indicating the pressure difference between the system and atmospheric pressure.
There are various types of manometers, including U-tube manometer, inclined-tube manometer, and well-type manometer. U-tube manometer is the most common type, which consists of a U-shaped tube with one end connected to the system being measured and the other end open to atmospheric pressure. The difference in liquid level between the two sides of the tube indicates the pressure difference between the system and atmospheric pressure.
Manometers are commonly used in industries such as chemical, petroleum, and HVAC (heating, ventilation, and air conditioning) to measure pressure of fluids in various equipment, such as pipelines, tanks, and heat exchangers. They are also used in laboratory experiments and scientific research to measure pressure of gases and liquids.

 

How does it work
The principle of operation of a manometer is based on the fact that the pressure exerted by a fluid is directly proportional to the height of the fluid column. When a manometer is connected to a system with an unknown pressure, the fluid in the tube will move to a certain height due to the pressure difference between the system and atmospheric pressure.
The height of the fluid column in the tube is measured and converted to the pressure value using the appropriate conversion factor. The conversion factor depends on the fluid properties (such as density) and the unit of measurement used.
For example, in a U-tube manometer, the height difference (h) between the two sides of the tube is measured and converted to pressure using the formula P = ρgh, where P is the pressure difference between the system and atmospheric pressure, ρ is the density of the fluid in the tube, g is the acceleration due to gravity, and h is the height difference.
In general, manometers require calibration to ensure accurate and reliable measurements. Calibration involves comparing the readings of the manometer to a known pressure standard and adjusting the calibration factor if necessary.

 

What if the room is in vaccuum condition does manometer still working?
If the room is in a vacuum condition, a conventional manometer, which relies on the difference in pressure between the system being measured and atmospheric pressure, will not work. This is because there is no atmospheric pressure to provide a reference point for the pressure measurement.
However, there are specialized types of manometers that are designed to measure pressures in vacuum conditions. These include absolute pressure manometers and vacuum gauges.
An absolute pressure manometer measures the pressure of a system relative to a perfect vacuum (zero pressure). This type of manometer is used in applications where the pressure measurement needs to be independent of the atmospheric pressure, such as in vacuum systems or high-altitude testing.
A vacuum gauge, on the other hand, is specifically designed to measure low pressures in a vacuum. There are several types of vacuum gauges, including thermal conductivity gauges, ionization gauges, and capacitance manometers.
In summary, a conventional manometer will not work in a vacuum condition, but specialized types of manometers and vacuum gauges can be used to measure pressure in such conditions.

 

What differs conventional manometer and specialized manometer beside that?
The main difference between a conventional manometer and a specialized manometer is the type of pressure measurement they are designed for.
A conventional manometer, such as a U-tube manometer, measures the difference in pressure between a system being measured and atmospheric pressure. It works by comparing the pressure of the fluid in the system to the pressure of the fluid in the open end of the manometer, which is exposed to atmospheric pressure.
On the other hand, specialized manometers are designed for specific pressure ranges or conditions. For example, an absolute pressure manometer measures the pressure of a system relative to a perfect vacuum, while a vacuum gauge is designed to measure low pressures in a vacuum.
Specialized manometers may also use different measurement principles and techniques. For example, a capacitance manometer measures pressure by detecting the change in capacitance caused by the deflection of a diaphragm due to pressure changes. An ionization gauge measures pressure by detecting the ionization of gas molecules in a vacuum.
Another difference is in their accuracy and precision. Specialized manometers may have higher accuracy and precision than conventional manometers, but they may also be more expensive and require more maintenance and calibration.
In summary, the main differences between a conventional manometer and a specialized manometer are the type of pressure measurement, measurement principles and techniques, and accuracy and precision.

Tugas 2: Manometer

 

Pertanyaan:
1. Jelaskan mekanisme kerja manometer analog
2. Jelaskan mekanisme kerja manometer tipe U (fluida air)
3. Tuliskan hasil pengukuran P1, P2, dan P2 (ketika menggunakan manometer tipe U)
4. Faktor apa yang mempengaruhi tinggi rendahnya tekanan
5. Tuliskan satuan yang ada pada manometer tersebut dan konversi ke dalam satuan SI
6. Buatlah skala tekanan pada manometer tersebut

   

Jawaban:
1. Manometer analog menggunakan prinsip Keseimbangan Hidrostatik, dimana cairan pada tabung akan mengendap pada ketinggian yang sama di setiap kaki tabung ketika kedua ujungnya terbuka terhadap tekanan atmosfer. Penunjuk biasanya terdiri dari jarum yang menunjukkan tekanan pada skala yang terukir pada layar manometer. Semakin besar tekanan yang diterapkan pada tabung, semakin besar pula sudut yang dibentuk oleh tabung tersebut, dan semakin jauh jarum bergerak di sepanjang skala.

 

2. Mekanisme kerja manometer tipe U terdiri dari dua kolom pipa U yang terisi dengan air, terhubung pada bagian bawah dan atasnya. Tekanan yang diberikan pada salah satu ujung manometer akan menyebabkan perbedaan ketinggian kolom air pada dua sisi manometer. Skala pada manometer tipe U biasanya diberi nilai dalam satuan tekanan yang diukur, seperti psi atau pascal. Dalam pengukuran tekanan fluida, manometer tipe U sering digunakan untuk mengukur tekanan statis atau tekanan dalam pipa yang tidak bergerak.

 

3. Awal = P1: 10 mbar, P2 (analog): 1,5 mbar, P2 (tipe U): 9 mmH2O
Akhir = P1: 8,5 mbar, P2 (analog): 1,2 mbar, P2 (tipe U): 12 mmH2O

 

4. Volume, Sifat dan Jenis zat, ketinggian zat, suhu, dan Luas permukaan

 

5. Manometer = Milibar, SI = Pascal Konversi : P1 = 10 kPa P2 =150 Pa

 

6. 1 milibar = 100 pascal

Tugas 3: Hasil Praktikum Alat Pengukur Tekanan

Macam-Macam Alat Ukur
Pada praktikum di hari Sabtu, 4 Maret 2023 kami mempelajari mengenai macam-macam alat pengukur tekanan, alat pengukur tersebut antara lain:
1. Manometer U
Mekanisme kerja manometer tipe U terdiri dari dua kolom pipa U yang terisi dengan air, terhubung pada bagian bawah dan atasnya. Tekanan yang diberikan pada salah satu ujung manometer akan menyebabkan perbedaan ketinggian :kolom air pada dua sisi manometer. Skala pada manometer tipe U biasanya diberi nilai dalam satuan tekanan yang diukur, seperti psi atau pascal. Dalam pengukuran tekanan fluida, manometer tipe U sering digunakan untuk mengukur :tekanan statis atau tekanan dalam pipa yang tidak bergerak.
2. Manometer Analog
Manometer analog menggunakan prinsip Keseimbangan Hidrostatik, dimana cairan pada tabung akan mengendap pada ketinggian yang sama di setiap kaki tabung ketika kedua ujungnya terbuka terhadap tekanan atmosfer. Penunjuk :biasanya terdiri dari jarum yang menunjukkan tekanan pada skala yang terukir pada layar manometer. Semakin besar tekanan yang diterapkan pada tabung, semakin besar pula sudut yang dibentuk oleh tabung tersebut, dan semakin :jauh jarum bergerak di sepanjang skala.
3. Pressure Transducer
Pressure transducer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan suatu fluida atau gas dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Cara kerja pressure transducer adalah dengan menggunakan sensor tekanan yang sensitif :terhadap perubahan tekanan, kemudian mengubah perubahan tekanan menjadi sinyal elektronik yang dapat diproses oleh sistem kontrol atau perangkat pengukur. Output yang dihasilkan oleh pressure transducer dapat berupa sinyal :listrik seperti tegangan atau arus, atau dapat berupa output digital seperti pulsa.

 

Studi Kasus
Berapa ketinggian fluida (air, raksa, minyak) yang bisa ditimbulkan akibat dari tekanan sebesar 3 mBar?
P = 3mBar ≈ 300 Pa
ρ(air) = 1000 kg/m^3
ρ(raksa) = 13.600 kg/m^3
ρ(minyak) = 800 kg/m^3
g = 9,81 m/s^2
ΔP = ρ.g.Δh

 

Jawab:
• Air
Δh = ΔP/ρ.g
h = 300/1000 x 9,81
h = 0,0306 m ≈ 3,06 cm
• Raksa
Δh = ΔP/ρ.g
h = 300/13.600 x 9,81
h = 0,00225 m ≈ 0,22 cm
• Minyak
Δh = ΔP/ρ.g
h = 300/800 x 9,81
h = 0,0382 m ≈ 3,82 cm

Tugas 4: 3 Soal

Page 1 Tugas 2.jpeg Page 2 Tugas 2.jpeg

 

 

Tugas 5: Kinematika Fluida

Apa itu aliran steady state? Berikan contohnya dalam fenomena nyata?

Aliran steady state adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan keseimbangan dari sebuah sistem yang bergerak atau mengalir, di mana setiap variabel tidak :berubah seiring waktu. Dalam konteks aliran fluida, steady state dapat didefinisikan sebagai kondisi di mana laju aliran massa, kecepatan, dan tekanan fluida pada titik-titik tertentu dalam sistem tetap konstan seiring waktu.
Contoh fenomena nyata dari aliran steady state adalah aliran air melalui pipa yang konstan. Ketika air mengalir melalui pipa dengan kecepatan yang konstan dan jumlah air :yang masuk ke dalam pipa sama dengan jumlah air yang keluar dari pipa, maka aliran air tersebut berada pada kondisi steady state. Kecepatan dan tekanan air di dalam pipa :akan tetap konstan pada setiap titik yang sama dalam sistem. Hal ini berlaku asalkan tidak ada perubahan pada kecepatan atau tekanan air yang memasuki pipa atau pada pipa itu sendiri.

 

Apa itu Lagrange Method dan Euleriang Method?

Lagrange Method adalah metode yang digunakan untuk mempelajari pergerakan partikel individu dalam suatu sistem. Dalam pendekatan ini, posisi dan kecepatan setiap partikel :diukur secara langsung dan dipantau seiring waktu. Dengan cara ini, kita dapat melacak pergerakan dan perilaku partikel individu dari awal hingga akhir periode waktu yang diamati.
Sementara itu, Eulerian Method adalah metode yang digunakan untuk mempelajari pergerakan fluida sebagai suatu keseluruhan dalam suatu sistem. Dalam pendekatan ini, :pergerakan fluida diukur pada titik-titik tetap dalam ruang dan waktu. Dengan cara ini, kita dapat melacak perilaku fluida secara global, termasuk kecepatan, tekanan, dan sifat-sifat lainnya dalam sistem.

 

Apa perbedaan antara aliran uniform dan aliran non-uniform? Berikan contohnya dalam fenomena nyata?

Aliran uniform terjadi ketika kecepatan fluida tetap konstan pada setiap titik dalam sistem. Dalam aliran uniform, profil kecepatan fluida tidak berubah seiring waktu atau :jarak dan aliran tersebut tidak memperlihatkan perubahan dalam sifat fisik seperti tekanan, kepadatan, atau viskositas. Contohnya adalah aliran air melalui pipa yang lurus dengan diameter yang tetap dan kecepatan aliran yang konstan.
Di sisi lain, aliran non-uniform terjadi ketika kecepatan fluida bervariasi pada titik-titik tertentu dalam sistem. Dalam aliran non-uniform, profil kecepatan fluida :berubah seiring waktu atau jarak, dan sifat fisik seperti tekanan, kepadatan, atau viskositas mungkin berubah pula. Contohnya adalah aliran sungai yang melewati medan yang bergelombang atau terowongan angin yang melengkung.

 

Apa itu aliran laminar dan aliran turbulen? Apa perbedaan keduanya?

Aliran laminar terjadi ketika partikel fluida bergerak dalam arah yang sama dan bergerak dalam lapisan-lapisan yang teratur. Aliran ini cenderung stabil, halus, dan mudah :diprediksi karena tidak terdapat turbulensi atau perubahan arah yang signifikan pada kecepatan partikel. Kecepatan fluida dalam aliran laminar lebih lambat daripada aliran :turbulen, tetapi memiliki gradien tekanan yang lebih kecil. Aliran laminar sering terjadi pada aliran fluida dengan kecepatan yang rendah atau dalam ruang yang berbentuk lurus dan simetris.
Sementara itu, aliran turbulen terjadi ketika partikel fluida bergerak dalam berbagai arah dan kecepatan dengan tidak teratur. Aliran ini cenderung tidak stabil, bergerak :dengan berputar-putar, dan terkadang mengalami pemisahan atau pembentukan vortex. Kecepatan fluida dalam aliran turbulen lebih cepat daripada aliran laminar, tetapi :memiliki gradien tekanan yang lebih besar. Aliran turbulen sering terjadi pada aliran fluida dengan kecepatan yang tinggi atau dalam ruang yang berbentuk kompleks seperti sudut, sudut tajam, atau perubahan arah yang tajam.

 

Apa itu streamline, streakline, dan pathline?

Streamline: Streamline adalah garis yang membentuk kontur yang selalu sejajar dengan arah aliran fluida pada setiap titiknya. Streamline menggambarkan jalur yang diikuti oleh partikel fluida dalam aliran laminar. Streamline juga dapat digunakan untuk memvisualisasikan pola aliran dan mengukur kecepatan dan tekanan pada titik-titik tertentu dalam aliran fluida. Streamline sangat berguna dalam analisis aliran fluida, karena membantu untuk memahami perilaku fluida di sekitar penghalang atau rintangan.
Streakline: Streakline adalah garis yang terbentuk dari partikel fluida yang melalui suatu titik dalam waktu yang berbeda. Streakline memberikan gambaran tentang sejarah pergerakan partikel fluida dan dapat digunakan untuk melacak dan memvisualisasikan pola aliran fluida. Streakline digunakan dalam eksperimen mekanika fluida untuk melacak partikel pewarna yang ditambahkan ke dalam aliran fluida.
Pathline: Pathline adalah garis yang diikuti oleh satu partikel fluida dari awal waktu hingga akhir waktu dalam aliran fluida. Pathline menggambarkan pergerakan partikel fluida seiring waktu dan dapat digunakan untuk mengukur kecepatan, percepatan, dan posisi partikel fluida pada setiap waktu dalam aliran fluida. Pathline sangat berguna dalam mempelajari aliran turbulen, karena dapat menunjukkan pola aliran yang tidak teratur.

Tugas Penjelasan dan Penurunan Transport Reynolds

Simak selengkapnya pada video berikut:
Video Penjelasan dan Penurunan Teorema Reynolds
Kelompok 6 Mekanika Fluida:
- Muhammad Shidqy Wasis
- Darell Jeremia Sitompul
- Christophorus Agung Widyantoro
- Nazwan Hafiz Firdaus