Isyroqialghifari

From ccitonlinewiki
Revision as of 05:59, 23 February 2020 by Isyroqialghifari (talk | contribs) (Project tugas akhir)
Jump to: navigation, search


Data diri

Nama : Isyroqi Al Ghifari

NPM : 1906324082

Jurusan : Teknik Mesin - Teknik kendaraan dan peralatan berat

Komputasi Teknik

Menurut saya komputasi teknik adalah suatu algoritma untuk memecahkan suatu masalah dari data yang di input. Pada dasarnya semua output atau hasil dari pemograman tergantung dari input dan proses pada saat pemrosesan dalam komputasi. Serta pada penggunaannya dapat membantu kebutuhan manusia yang notabene pekerjaan tersebut terbatas dilakukan oleh manusia.

Beberapa pemograman yang saya pernah tau tentang komputasi teknik yaitu pada penggunaan ansys cfx dan fluent untuk mengetahui laju aliran dari fluida. Serta beberapa software seperti nastran patran untuk mengetahui nilai kekuatan dari suatu model.

Tetapi pada umumnya saya lebih sering menggunakan komputasi Teknik dengan Ms.excel dalan menyelesaikan perhitungan data data yang didapat dari sebuah sumber

sinopsis skripsi

skripsi saya dengan judul Analisa Kekuatan Impak, Tarik, dan Mikrografi Aluminium 5083 Akibat Pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dengan Variasi Posisi Pengelasan. Alasan saya memilih judul skripsi seperti diatas karena masih jarangnya penelitian tentang variasi posisi pengelasan dan pengaplikasian aluminium 5083 dengan pengelasan MIG (metal inert gas). Oleh karena itu saya memilih judul seperti diatas. Dan pengaplikasian aluminium 5083 dalam pembuatan kapal sekarang sudah mulai banyak karena material aluminium yang minim korosif dibandingkan dengan baja. Serta pengelasan dengan MIG (Metal Inert Gas) merupakan salah satu pengelasan yang sudah mulai digunakan oleh banyak produksi kapal khususnya kapal aluminium.

Dalam skripsi saya ini, dapat diketahui bahwa posisi las memiliki peranan penting dalam metode pengelasan. Oleh karenanya sangat diperhatikan apabila pengelasan dengan posisi apa yang akan dilakukan. Posisi pengelasan dapat dilakukan dengan 4 posisi yaitu dengan down hand, horizontal, vertical, dan over head. Maka dapat diketahui posisi down hand adalah posisi terbaik yang dilakukan welder dalam pengelasan. Karena posisi down hand adalah posisi yang paling mudah serta paling efisien dan paling baik hasilnya dibandingkan dengan posisi pengelasan yang lainnya.

Aluminium 5083 pada kapal umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal aluminium khususnya pada bagian lambung. Pengelasan MIG(Metal Inert Gas) merupakan salah satu jenis pengelasan yang dapat diterapkan dalam pengelasan aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari uji impak tarik , dan struktur mikrografi dari sambungan las jenis single v butt joint 60° dengan perbedaan posisi pengelasan pada Aluminium 5083. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa posisi pengelasan cukup berpengaruh terhadap hasil kekuatan dari sambungan las. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tegangan tarik rata-rata terbesar didapat pada pengelasan dengan posisi 1G sebesar 194,54 MPa, sedangkan regangan rata-rata terbesar didapat pada pengelasan dengan posisi 3G sebesar 21,01 %, Sedangkan modulus elastisitas rata-rata terbesar didapat pada pengelasan posisi 1G sebesar 11,62 GPa, dan hasil harga impak rata-rata terbesar didapat pada pengelasan dengan posisi 3G sebesar 0,35 J/mm2. Pada struktur mikro posisi pengelasan 1G memiliki hasil struktur mikro yang lebih rapat pada daerah HAZ(Heat Affected Zone) dan daerah pengelasan dibanding dengan posisi pengelasan 2G, 3G, dan 4G

korelasi skripsi pada komputasi Teknik

korelasi yang berhubungan dengan komputasi Teknik adalah dalam perhitungan hasil pengujian impak dan Tarik pada spesimen yang telah dilakukan pengujian. Komputasi Teknik juga berperan penting dalam penelitian saya karena hasil hitungan didapatkan dengan komputasi Teknik. Dalam pengerjaannya saya menggunakan Ms. Excel sebagai salah satu software komputasi yang saya gunakan. Karena setelah melakukan eksperimen pengujian, hanya mendapatkan angka mentah dalam berbentuk Joule pada pengujian impak dan Pmaks pada pengujian Tarik. Padahal perhitungan belum selesai sampai disitu dan masih berlanjut. Untuk pengujian impak hasil akhirnya menggunakan satuan harga impak yaitu joule/mm2 dan pengujian Tarik hasil akhirnya menggunakan satuan MPa.

istilah dalam komputasi Teknik

Istilah komputasi tentunya sudah tidak asing lagi. Begitu banyak dan beragam istilah-istilah yang kita dapat ketahui pada komputasi Teknik. Contohnya yaitu pada istilah yang saya jelaskan dibawah

1. Topik: stokastik (Isyroqi Al Ghifari) a. Definisi Yang dimaksud dengan stokastik menurut Oxford Dictionary (1993) menakrifkan proses stokastik sebagai suatu barisan kejadian yang memenuhi hukum-hukum peluang. Hull (1989, hlm.62) menyatakan bahwa setiap nilai yang berubah terhadap waktu dengan cara yang tidak tertentu (dalam ketidakpastian) dikatakan mengikuti proses stokastik.

b. Kapan dilakukan? Proses stokastik digunakan untuk memodelkan evolusi suatu sistem yang mengandung suatu ketidakpastian atau sistem yang dijalankan pada suatu lingkungan yang tidak dapat diduga, dan pada saat bersamaan model deterministik tidak lagi cocok dipakai untuk menganalisis sistem

c. Bagaimana melaksanakan stokastik? Proses stokastik dapat dikelompokkan berdasarkan jenis jenis ruang pada parameternya, ruang keadaannya, dan kaitan antara pengubah acak yang membentuk proses stokastik tersebut

d. Mengapa perlu stokastik? Proses stokastik diperlukan pada saat model deterministik tidak lagi cocok digunakan untuk menganalisis system


Project tugas akhir

Project tugas akhir penulis melakukan eksperimen pengujian impak dan tarik aluminium 5083 dengan pengelasan MIG variasi posisi pengelasan

Pertama tama yaitu melakukan pengelasan dengan MIG Pada saat pengelasan MIG dapat diketahui heat input yaitu HI=(60 x E x I)/v Dimana: HI = Heat Input (Joule/cm) I = Kuat Arus (Ampere) E = Tegangan Busur (volt) v = Kecepatan Las (cm/menit)

Pada pengujian tarik diketahui berikut : Stress (Tegangan Mekanis): σ = F/A Dimana: F = gaya tarikan A = luas penampang

Strain (Regangan): ε = ΔL/L Dimana: ΔL = Pertambahan panjang L = Panjang awal

Maka, hubungan antara stress dan strain dirumuskan: E = σ/ε Dimana: E = Modulus Elastisitas σ = Stress (Tegangan) ε = Strain (Regangan)