Difference between revisions of "Gabriella Emristy"

From ccitonlinewiki
Jump to: navigation, search
Line 52: Line 52:
  
 
'''''Apa kekurangan program?''''' Program tipe ini tidak beroprasi efektif karena program akan memakan waktu lama untuk menghitung nilai n yang besar. Hal ini terjadi karena pada "else" program dibuat untuk menambahkan suku-suku fibonacci terlebih dahulu hingga n yang dimaksud. Program pun membutuhkan waktu untuk proses penambahan tersebut.
 
'''''Apa kekurangan program?''''' Program tipe ini tidak beroprasi efektif karena program akan memakan waktu lama untuk menghitung nilai n yang besar. Hal ini terjadi karena pada "else" program dibuat untuk menambahkan suku-suku fibonacci terlebih dahulu hingga n yang dimaksud. Program pun membutuhkan waktu untuk proses penambahan tersebut.
 +
 +
Pada pertemuan ke-3 ini kami diberi tugas untuk menyiapkan presentasi sebuah penyajian program untuk menyelesaikan masalah Eliminasi Gauss.

Revision as of 16:29, 25 September 2019

Pas foto Gabriella Emristy

Gaby , puan ini lahir di Bandung tepat pada 7 Maret tahun naga emas. Ia percaya banyak hal besar yang menunggunya di masa depan. Lain hal, kini, ia bangga sekali menjadi bagian dari Teknik Mesin Universitas Indonesia. Puan ini pula merindukan Bandung, terutama toko kopi Djawa di jalan Braga.


Pertemuan 1

Mengapa Gaby belajar kalkulus ? Kenapa saya belajar kalkulus? Tidak ada dorongan, hanya takut mama kecewa.

Apa itu Python? Python adalah perangkat pemrograman yang cukup sederhana. Dengan perangkat ini kita dapat meminta bantuan komputer untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan dengan metode matematika. Bahasa yang digunakan pun relatif universal, dapat dipahami oleh komputer dan manusia. Terkadang kita mengerti logika penyelesaian masalah, namun kita tidak mampu menghitungnya karena perhitungan yang kompleks. Disinilah peran perangkat phyton. Komputer tidak akan kesulitan untuk menghitung banyak hal dan bilangan, selama kita memasukkan bahasa yang dapat ia mengerti. Kita dapat menemukan jawaban dengan mengaplikasikan langkah-langkah pengerjaannya. Aplikasi skala besarnya adalah, Amerika Serikat bisa memprediksi kapan badai akan datang hanya dengan penggunaan komputer untuk menyelesaikan model matematika dengan model numerik.

Rakuman

Dalam mata kuliah Metode Numerik ini, kami kami akan belajar sedikit-banyak tentang pemrograman. Sebuah hal yang tidak banyak dikuasai anak teknik mesin. Bagi saya, mata kuliah ini cukup menarik. Saya pernah belajar programming dengan bantuan Qbasic. Kini, kami menggunakan Python. Python mudah didapatkan dan mudah digunakan. Aplikasinya bisa luas dan sangat berguna. Di pertemuan pertama ini, kami pun diminta untuk mengisi biodata kami di web ini, air.eng.ac.id. Mata kuliah ini tidak main-main!

Program tugas yang Diberikan

Gebi1.jpg



Pertemuan 2

Tahu lebih jauh

Saya berhalangan hadir minggu kemarin akibat kurang sehat. Meski begitu, saya belajar lebih jauh soal penggunaan Python itu sendiri. Saya belajar penggunaan rumus if else, dan penggunaan phyton dalam menghitung luas bangun datar.Juga penggunaan while. Saya memahami bahwa Phyton dapat membantu saya dalam menyelesaikan persoalan yang setipe dengan lebih cepat. Terutama bila banyak data yang perlu diolah. Perangkat ini kemudian penggunaannya dapat diaplikasikan ke banyak aspek lainnya.




Pertemuan 3

Penggunaan Loop pada Python

Kelas hari ini diawali dengan Kuis. Kami diminta untuk membuat command pada Python untuk membantu pengguna program mengetahui nilai suku ke-n dari deret Fibonacci. Kami tidak diizinkan untuk mengaplikasikannya langsung di Python, melainkan di secarik kertas. Proses yang harus kami lewati adalah membuat Algoitma, Flow Chart, barulah cammand program yang dapat di "run".

Algoritma adalah sebuah cara kita mengekspresikan sebuah notasi dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari, bukan bahasa pemrograman.Algoritma seseorang dapat berbeda dengan orang lain.

Flow Chart adalah sebuah cara kita menngerjakan soal yang menggunakan logika dengan sistem diagram yang menghasilkan yes/no untuk hasil yang berbeda. Sistematika flow chart pun tidak melulu sama untuk setiap orang.

Saya tidak dapat menemukan cara yang sesuai. Saya awalnya mencoba untuk menggunakan "if" pada Python. Mematenkan jawaban "1" di suku ke 1 dan 2, lalu mati langkah untuk suku ke 3 dan seterusnya. Kuis dikumpulkan, kemudian kami diberi kesempatan untuk mencoba program kami ke komputer. Kami pun diizinkan untuk mencari informasi tambaha dari Internet. Dari situ lah banyak dari kami yang berhasil membuat command. Tetapi saya kini malah stuck dengan program saya yang entah salahnya dimana, tapi tidak bisa dirun.

Kami pun kembali diberi kesempatan untuk mencobanya di rumah, dan hasil kerja kami harus diunggah di akun ini

Gaby2.jpg
Gaby3.jpg

Gambar di atas menunjukkan hasil pemrograman python untuk deret fibonacci Pada gambar pertama, n yang dimasukkan bernilai 1. Program tidak dapat menuntaskan masalah bila n lebih dari 2 karena program pada "else" tidak menggunakan "return"

Maka dilakukan revisi, sehingga didapat program dan hasil di gambar ke-2, program beroperasi sepenuhnya

Apa kekurangan program? Program tipe ini tidak beroprasi efektif karena program akan memakan waktu lama untuk menghitung nilai n yang besar. Hal ini terjadi karena pada "else" program dibuat untuk menambahkan suku-suku fibonacci terlebih dahulu hingga n yang dimaksud. Program pun membutuhkan waktu untuk proses penambahan tersebut.

Pada pertemuan ke-3 ini kami diberi tugas untuk menyiapkan presentasi sebuah penyajian program untuk menyelesaikan masalah Eliminasi Gauss.