Difference between revisions of "Farghani Fariz"

From ccitonlinewiki
Jump to: navigation, search
Line 1: Line 1:
Rangkuman metode numerik  1
+
 
 +
== Rangkuman metode numerik  1 ==
 +
 
 
Pada rabu 6-februari-2019 merupakan hari pertama mata pelajaran metode numerik.  Dosen yang mengajar Dr. Ahmad Indra atau biasa dipanggil pak DAI atau AKI DAI. Saat pertama kali masuk ada pernyataan yang sempat membuat saya bingung yaitu pak DAI bilang “ berdasarkan evalusi tahun-tahun sebelumnya, maka saya tidak ingin menjadi dosen yang disukai mahasiswa “ lalu setelah itu barulah pak DAI menjelaskan maksud pertanyaan itu. Menurut pak DAI dosen yang disukai mahasiswa ialah dosen yang memberi pelajaran yang mudah lalu memberikan nilai yang bagus. Karena itulah dosen tersebut disukai mahasiswa. Tapi pak DAI tidak ingin menjadi dosen seperti itu. Dipelajaran metode numerik ini pak DAI lebih ingin mahasiswanya mendapatkan value bukan hanya sekedar nilai. Maksudnya setelah mengambil metode numerik ini mahasiswanya mendapatkan value-value positif seperti dari yang malas belajar menjadi rajin belajar, dari yang tidak tau cara belajar yang sesuai dengan dia jadi tau cara belajar yang tepat untuknya, dan lain-lain.  
 
Pada rabu 6-februari-2019 merupakan hari pertama mata pelajaran metode numerik.  Dosen yang mengajar Dr. Ahmad Indra atau biasa dipanggil pak DAI atau AKI DAI. Saat pertama kali masuk ada pernyataan yang sempat membuat saya bingung yaitu pak DAI bilang “ berdasarkan evalusi tahun-tahun sebelumnya, maka saya tidak ingin menjadi dosen yang disukai mahasiswa “ lalu setelah itu barulah pak DAI menjelaskan maksud pertanyaan itu. Menurut pak DAI dosen yang disukai mahasiswa ialah dosen yang memberi pelajaran yang mudah lalu memberikan nilai yang bagus. Karena itulah dosen tersebut disukai mahasiswa. Tapi pak DAI tidak ingin menjadi dosen seperti itu. Dipelajaran metode numerik ini pak DAI lebih ingin mahasiswanya mendapatkan value bukan hanya sekedar nilai. Maksudnya setelah mengambil metode numerik ini mahasiswanya mendapatkan value-value positif seperti dari yang malas belajar menjadi rajin belajar, dari yang tidak tau cara belajar yang sesuai dengan dia jadi tau cara belajar yang tepat untuknya, dan lain-lain.  
 
Selanjutnya pak DAI membahas tentang AKAL. Pertanyaan yang cukup menarik ialah apa bukti kalo kalian berakal? Menurut pak DAI syarat untuk mengambil metode numerik itu bukan telah lulus kalkulus tapi harus berakal. Lalu pak DAI memberikan pertanyaan  A = X^2-1 / X-1 jika X=1 maka nilai A adalah ? ketika para mahasiswa ingin menjawab pak DAI bilang jangan kalian jawab dulu tapi kalian pikirkan. Setelah beberapa menit pak DAI menunjukan salah satu mahasiswa untuk menjawab pertanyaan itu mahasiswa pertama menjawab 2 dengan menggunakan cara turunan, lalu mahasiswa selanjutnya yang ditanya menjawab 2 juga tapi dengan cara pemfaktoran, dan yang terakhir mahasiswa ketiga menjawab 2 dengan cara limit. Tetapi ketika mereka ditanya kenapa kalian menggunakan cara tersebut hanya yang menggunakan cara limitlah yang memberi alasan cukup jelas. Dari sini saya mulai tersadarkan bahwa banyak mahasiswa yang hanya nilai oriented, jadi apa yang diajarkan oleh dosennya ditelan bulat-bulat tanpa ada pertanyaan sedikitpun. Dari sini juga saya belajar seharusnya sebagai mahasiswa kita harus lebih berpikir kritis tidak hanya terima jadi atau tidak mau ambil pusing.
 
Selanjutnya pak DAI membahas tentang AKAL. Pertanyaan yang cukup menarik ialah apa bukti kalo kalian berakal? Menurut pak DAI syarat untuk mengambil metode numerik itu bukan telah lulus kalkulus tapi harus berakal. Lalu pak DAI memberikan pertanyaan  A = X^2-1 / X-1 jika X=1 maka nilai A adalah ? ketika para mahasiswa ingin menjawab pak DAI bilang jangan kalian jawab dulu tapi kalian pikirkan. Setelah beberapa menit pak DAI menunjukan salah satu mahasiswa untuk menjawab pertanyaan itu mahasiswa pertama menjawab 2 dengan menggunakan cara turunan, lalu mahasiswa selanjutnya yang ditanya menjawab 2 juga tapi dengan cara pemfaktoran, dan yang terakhir mahasiswa ketiga menjawab 2 dengan cara limit. Tetapi ketika mereka ditanya kenapa kalian menggunakan cara tersebut hanya yang menggunakan cara limitlah yang memberi alasan cukup jelas. Dari sini saya mulai tersadarkan bahwa banyak mahasiswa yang hanya nilai oriented, jadi apa yang diajarkan oleh dosennya ditelan bulat-bulat tanpa ada pertanyaan sedikitpun. Dari sini juga saya belajar seharusnya sebagai mahasiswa kita harus lebih berpikir kritis tidak hanya terima jadi atau tidak mau ambil pusing.
Line 17: Line 19:
  
  
Tugas 2  
+
 
 +
== Tugas 2 ==
 +
  
 
Membuat model persamaan menggunakan bahasa pyton
 
Membuat model persamaan menggunakan bahasa pyton
Line 31: Line 35:
 
print A-B
 
print A-B
  
Pertemuan ke-3
+
 
 +
== Pertemuan ke-3 ==
  
 
LOGIKA PEMPROGRAMAN BAHASA PYTHON
 
LOGIKA PEMPROGRAMAN BAHASA PYTHON
Line 47: Line 52:
 
   a[i,k+l:n] = a[i,k+1:n] - lam*a[k,k+1:n]
 
   a[i,k+l:n] = a[i,k+1:n] - lam*a[k,k+1:n]
 
   b[i] = b[i] - lam*b[k]
 
   b[i] = b[i] - lam*b[k]
 +
 +
 +
== tugas 3 latihan matriks==

Revision as of 23:51, 26 February 2019

Rangkuman metode numerik 1

Pada rabu 6-februari-2019 merupakan hari pertama mata pelajaran metode numerik. Dosen yang mengajar Dr. Ahmad Indra atau biasa dipanggil pak DAI atau AKI DAI. Saat pertama kali masuk ada pernyataan yang sempat membuat saya bingung yaitu pak DAI bilang “ berdasarkan evalusi tahun-tahun sebelumnya, maka saya tidak ingin menjadi dosen yang disukai mahasiswa “ lalu setelah itu barulah pak DAI menjelaskan maksud pertanyaan itu. Menurut pak DAI dosen yang disukai mahasiswa ialah dosen yang memberi pelajaran yang mudah lalu memberikan nilai yang bagus. Karena itulah dosen tersebut disukai mahasiswa. Tapi pak DAI tidak ingin menjadi dosen seperti itu. Dipelajaran metode numerik ini pak DAI lebih ingin mahasiswanya mendapatkan value bukan hanya sekedar nilai. Maksudnya setelah mengambil metode numerik ini mahasiswanya mendapatkan value-value positif seperti dari yang malas belajar menjadi rajin belajar, dari yang tidak tau cara belajar yang sesuai dengan dia jadi tau cara belajar yang tepat untuknya, dan lain-lain. Selanjutnya pak DAI membahas tentang AKAL. Pertanyaan yang cukup menarik ialah apa bukti kalo kalian berakal? Menurut pak DAI syarat untuk mengambil metode numerik itu bukan telah lulus kalkulus tapi harus berakal. Lalu pak DAI memberikan pertanyaan A = X^2-1 / X-1 jika X=1 maka nilai A adalah ? ketika para mahasiswa ingin menjawab pak DAI bilang jangan kalian jawab dulu tapi kalian pikirkan. Setelah beberapa menit pak DAI menunjukan salah satu mahasiswa untuk menjawab pertanyaan itu mahasiswa pertama menjawab 2 dengan menggunakan cara turunan, lalu mahasiswa selanjutnya yang ditanya menjawab 2 juga tapi dengan cara pemfaktoran, dan yang terakhir mahasiswa ketiga menjawab 2 dengan cara limit. Tetapi ketika mereka ditanya kenapa kalian menggunakan cara tersebut hanya yang menggunakan cara limitlah yang memberi alasan cukup jelas. Dari sini saya mulai tersadarkan bahwa banyak mahasiswa yang hanya nilai oriented, jadi apa yang diajarkan oleh dosennya ditelan bulat-bulat tanpa ada pertanyaan sedikitpun. Dari sini juga saya belajar seharusnya sebagai mahasiswa kita harus lebih berpikir kritis tidak hanya terima jadi atau tidak mau ambil pusing. Terakhir membahas tentang pelajaran metode numerik itu sendiri. Tujuan belajar metode numerik yang dibuat oleh pak DAI ada 2 : 1. Memahami konsep atau prinsip dan mampu menerapkannya. ( jadi mahasiswa jangan hanya terima semua apa yang diajarkan dosen bisa saja dosen itu salah, paham disini berarti apa yang diajarkan dimetode numerik bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari) 2. Menjadi orang yang lebih mengenal siapa dirinya. ( hal ini sudah dibahas diatas seperti dari yang tidak tau cara belajar untuknya jadi tau cara belajar yang baik dan efektif untuknya)

Lalu pokok bahasan metode numerik ada 5 : 1. – Alqoritma - Flowchart terdefinisi - Pemrograman => EES, C+ - Metode iterative 2. Penyelesaian persamaan aljabar simultan 3. Diffrensial & Integral 4. Optimasi 5. Studi Kasus


Tugas 2

Membuat model persamaan menggunakan bahasa pyton

model persamaan yang ingin di tulis : "Ax+By=C" dan "Px+Qy=R"

penulisan bahasa Pyton :

import numpy as np A = np.array([a,b,c]) B = np.array([p,q,r]) A+B print A-B


Pertemuan ke-3

LOGIKA PEMPROGRAMAN BAHASA PYTHON

Inti dari pertemuan hari ini adalah bahwa ketika ingin menyelesaikan permasalahan matematika dengan menggunakan bahasa pemprograman, kita harus paham terlebih dahulu cara penyelesaian permasalahan matematika tersebut. karena bahasa programan (python) hanya mempermudah kita dalam penyelesaikan persoalan matematika. logika pengerjaan harus dari kit.

bahasa phyton pada intinya hanya bisa mengerjakan soal tambah, kurang, bagi, dan kali. jadi kita menggunakan logika pengerjaan aljabar linear dengan menggunakan cara pengerjaan eliminasi gauss-jordan atau eliminasi matriks.

contoh pada buku Numerical methods in engineering with python BAB 1. contoh bahasa :

for k in range (0, n-1) :

 for i in range (k+1,n) :

if a[i,k] != 0.0:

 lam = a[i,k]/a[k,k] (lam=lamda, dan a[i,k]=U1]
 a[i,k+l:n] = a[i,k+1:n] - lam*a[k,k+1:n]
 b[i] = b[i] - lam*b[k]


tugas 3 latihan matriks