User:Trio Kurnia Ryplida

From ccitonlinewiki
Revision as of 09:28, 14 April 2020 by Trio Kurnia Ryplida (talk | contribs) (Pertemua Rabu, 8 April 2020)
Jump to: navigation, search
Trio Kurnia Ryplida.S1 Teknik Mesin Ekstensi 2019.Universitas Indonesia

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam dan sholawat beserta salam kepada Nabi Muhammad SAW.


BIODATA

Nama  :Trio Kurnia Ryplida

Npm  : 1906435561

Agama  : Islam

No.Telp  : 085274017943

Pendidikan Terakhir: Diploma III

Tempat/Tgl lahir  : Padang, 29 oktober 1997

Pertemuan Selasa,31 Maret 2020

Pertemuan pertama pada hari ini dimulai dengan pemberian materi oleh bang Muhammad Hilman Gumelar atau akrab disapa bang Edo. Materi tersebut berisi tentang penjelasan aliran viskos di dalam pipa, pressure lost, hubungan dari jenis aliran viskos dengan pressure lost dan simulasi aliran didalam pipa menggunakan software CFDSOF.Nilai Re kurang dari 2100 maka aliran tersebut laminer dan jika Re nya lebih dari 4000 maka aliran tersebut turbulen.


Simulasi CFDSOF

Dalam simulasi dibuat geometri berbentuk box dan ukuran dimensi yang menggunakan sumbu x,y,z. Simulasi tersebut terbagi atas penentuan base mesh, generate mesh, check mesh, simulation model, fluid properties , dan boundary condition.

Langkah awal.PNG

Lalu memasukkan ukuran dari Box Mesh Properties

Langkah 2.PNG

Ini hasil dari CFD-Solve ,dengan 65 iterasi yang dihasilkan

Langkah 3.PNG

Kemudian hasil simulasi dalam penentuan besaran area dari nilai U yang merata sepanjang area.

Flow.PNG


PR

1. Apa itu Entrance Region ? suatu wilayah atau daerah yang berada didekat dengan tempat masuknya fluida ke pipa. Atau bagian awal dari suatu empat aliran yang masuk dari suatu sumber. Contohnya Furnace.

2. Apa itu aliran berkembang sempurna ? kondisi dimana profil kecepatan fluida akan menjadi tetap besarnya.

3. Pengaruh Viskositas terhadap aliran?

4. Apa yang mempengaruhi Preassure Drop ? penurunan tekanan yang terjadi karena adanya gesekan pada fluida yang mengalir. Pressure drop akan semakin tinggi dan berbanding lurus dengan gesekan pada fluida. Sedangkan besarnya gesekan dipengaruhi oleh viskositas dari suatu fluida.

5. Apa hubungan Entrance Region dengan Fully Develope Flow ?

Pertemua Rabu, 1 April 2020

Pada pertemuan ini Pak Dai menjelaskan tentang 3 Hukum Konservasi yang mana terdiri dari Massa, Mommentum, dan Energi.

Rumus Dasar Hukum Konservasi

Lalu penjelasan perbedaan Pendekatan Sistem (Lagrange) dan Control Volum (Euler). Penjelasan tentang Preassure Drop, yang mana perumusan untuk mencari pressure drop adalah Tekanan total yang masuk dikurangi dengan tekanan total yang keluar.

Ptot=Ps+Pd

Pd=1/2 ρv^2

Kemudian dilakukan pengulangan tentang langkah langkan membuat CFDSOF 2D oleh Bang Edo untuk memperbaiki bentuk grafik kecepatan.

Diberikan latihan soal dengan penyelesaiaan menggunakan CFDSOF:

Soal Latihan

Hasil dari pemecahan masalah menggunakan CFDSOF terdiri dari Grafik dan perbandingan kecepatan dari beberapa titik.

Hasil pemecahan masalah untuk Soal a1 dan b1 yang mana dengan kecepata 0,01 m/s dan dynamik viskos 4x10^-5

Grafik untuk soal a1 dan b1 Perubahan pada beberapa titik untuk soal a1 dan b1


Hasil untuk soal a2 dengan keceparan 0,01 m/s dan dynamik viskos 10^-5

GraFik Untuk soal a2    Perubahan pada beberapa titik untuk soal a2


Hasil untuk soal b2 dengan kecepatan 0,04 m/s dan dynamik viskos 4x10^-5

Grafik untuk soal b2 Perubahan pada bebrapa titik untuk soal b2


Pertemua Selasa, 7 April 2020

Jadi pada pertemuaan ini Pak Dai menjelasakan bahawa CFDSOF menyelesaikan masalah dengan Governing Equation (pengaturan fluida dengan menggunakan Hukum Konservasi)

Lalu Pak Dai menjelaskan konsep bahawa semakin tinggi viskositas suatu fluida maka akan terjadi gesekan yang akan menyebabkan Fully Develope lebih cepat terjadi.

maka terentuklah perumusan  : Viskostas Dynamic

Jika gaya inersia yang terjadi semakin tinggi maka Fully Develope akan semakin lambar terjadi dan Entrance Region akan semakin panjang.

Maka karna ada pengaruh viskositas dan kecepatan, bilangan Reynold akan terpengaruh. Jika semakin kecil bilangan Reynold maka akan semakin cepan terjadinya Fully Develope dan Entrance Region akan semakin pendek.

Reynold Equation


Pertemua Rabu, 8 April 2020

Pada pertemuan ini pak Dai menyampaikan materi tentang macam-macam aliran fluida berdasarkan nilai Reynolds numbernya dan lebih banyak membahas tentang aliran turbulen. Pada dasarnya aliran adalah sebuah fenomena dimana suatu fluida mengalami deformasi secara terus menerus. Dalam menentukan jenis aliran fluida kita bisa menggunakan Reynolds Number. Reynolds number adalah perbandingan dari gaya inersia suatu fluida terhadap gaya viskos fluida tersebut. Nilai Reynolds number yang kecil (Re<2200) menggambarkan tentang garis-garis aliran yang bergerak secara ideal dan sangat teratur. Jenis aliran ini adalah aliran laminer. Nilai Reynolds number lebih dari 2200 namun kurang dari 4000, menggambarkan aliran mulai berfluktuasi (bergelombang) secara teratur. Jenis aliran ini adalah aliran transisi. Nilai Reynolds number yang lebih besar dari aliran transisi menggambarkan garis-garis aliran yang berfluktuasi hingga terjadinya tumbukan antar garisnya atau biasa disebut dengan rapid fluctuation. Jenis aliran ini adalah aliran turbulen.

Pada aliran turbulen persoalan yang terjadi adalah bagaimana kita memperkirakan kecepatan lokal pada medan kecepatan untuk mengetahui pergeseran karena gesekan yang disebabkan oleh aliran turbulen tersebut. Kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan statistik untuk memperkirakan kecepatan lokal di suatu titik (misalnya titik A). Kemudian dibuatlah fluktuasi pada kecepatan yang disebut dengan kecepatan rata-rata. Pada dasarnya kecepatan rata-rata tidak menggambarkan kecepatan aliran turbulen, namun kecepatan rata-rata tersebut digunakan untuk mencari kecepatan aliran turbulen yang riil. Rumus kecepatan turbulen adalah kecepatan rata-rata ditambah dengan kecepatan fluktuasi pada aliran tersebut. Kecepatan fluktuasi adalah selisih kecepatan rata-rata dengan kecepatan sesaatnya.

Pada soal di buku Munson nomor 8.4 bagian a menyinggung tentang viskos sub-layer. Viskos sub-layer adalah suatu lapisan tipis dekat dinding aliran turbulen yang memiliki gaya turbulen kecil yang nantinya energi turbulen tersebut diubah menjadi energi panas.

Kemudian bang Edo memberikan tentang gambaran profil kecepatan antara aliran laminer dan aliran turbulen sebagai berikut:

Grafik perbedaan aliran Laminer dan Turbulem

Grafik tersebut sudah dilakukan normalisasi dengan cara membagi masing-masing kecepatan pada setiap titik dengan kecepatan aliran masuk agar grafik aliran laminer terlihat lebih jelas dikarenakan selisih nilai kecepatan aliran laminer dan turbulen terlampau sangat jauh. Maka dari itu agar kita dapat melihat dengan jelas profil kecepatan masing-masing aliran dilakukan normalisasi pada kecepatan aliran-aliran tersebut pada setiap titik.