Fabio Almer Agoes

From ccitonlinewiki
Jump to: navigation, search
Pas foto Fabio Agoes

Fabio lahir di Jakarta, pada 3 Mei 2000, merupakan seorang mahasiswa Teknik Mesin Universitas Indonesia angkatan tahun 2018. Fabio menghabiskan hidup di Jakarta & Tangerang Selatan. Fabio merupakan lulusan dari SMAN 3 Jakarta. Saat ini, Fabio tinggal di Graha Raya Bintaro.


Pertemuan 1

Mengapa kita sebagai anak mesin perlu belajar kalkulus ? Agar dapat mengaplikasikan ilmu tersebut Python itu apa ? Python merupakan salah satu bahasa pemograman yang paling mudah dimengerti. Python dikenal sebagai bahasa yang mudah dipahami, karena struktur sintaksnya rapih. Bahasa pemrograman ini sangat penting, seperti sebuah bahasa yang kita gunakan untuk berkomunikasi sehari-hari, dimana bahasa ini dapat dimengerti oleh manusia maupun perangkat lunak pemrograman lainnya. Logika manusia perlu di sehingga jadilah bahasa yang dimengerti oleh komputer. Bahasa Python ini kita gunakan ketika kita akan meminta bantuan komputer untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Kita dapat menyelesaikan masalah dengan metode matematika. Terkadang kita mengerti logika penyelesaian masalah, namun kita tidak mampu menghitungnya karena perhitungan yang kompleks. Disinilah hadir program-program penunjang salh satunya, phyton. Komputer tidak akan kesulitan untuk menghitung banyak hal dan bilangan, selama kita memasukkan bahasa yang dapat dimengerti komputer. Kita dapat menemukan jawaban dengan mengaplikasikan langkah-langkah pengerjaannya. US bisa memprediksi kapan badai akan datang hanya dengan penggunaan komputer untuk menyelesaikan model matematika dengan model numeris.

   print ('limit x; y=(x**2-1)/(x-1)')
   x= float (input('menuju x: '))
   if x==1 :
       print('y= ',x+1)
   else :
       print('y= ',(x**2-1)/(x-1))


Program tugas yang Diberikan

Tugas Pertama.jpg
Tugas Pertama kalau satu menuju selain satu.jpg

Pertemuan 2

Perbedaan 32-bit dengan 64 bit ? filosofi yang berujung bahwa hati yang melakukan pemikiran dan otak yang melakukan perhitungan atau melaksanakan. industri 5.0 adalah pancasila ?, sebuah pencetus yang dibuat pak dai beliau menyatkan Technology must empower human. mesin merupakan numerik, numerik merupakan pelajaran ini. sebaiknya hal itu menjadi driving force untuk tetap semangat dalam mempelajari ini.

Program tugas yang Diberikan

Soal 1

   rec = ('Fabio',' Almer','Agoes',(3,5,00))
   NamaAwal,NamaTengah,NamaAkhir,tanggallahir = rec
   print(NamaTengah)
   TahunLahir = tanggallahir[2]
   print(TahunLahir)
   name = rec[0] ++rec[1]
   print(name)
   print(rec[0:3])
   Almer
   2000
   Fabio Almer
   ('Fabio', ' Almer', 'Agoes')
   >>> 

Soal 2

   a = [1.0, 2.0, 3.0]
   a.append(4.0)
   print(a)
   a.insert(0,0.0)
   print(a)
   print(len(a))
   a[2:4] = [1.0,1.0,1.0]
   print(a)
   [1.0, 2.0, 3.0, 4.0]
   [0.0, 1.0, 2.0, 3.0, 4.0]
   5
   [0.0, 1.0, 1.0, 1.0, 1.0, 4.0]
   >>> 


Tugas penamaan 1.png
Tugas penamaan 2.png

Pertemuan 3

Pada pertemuan ini kami diberikan Kuis, kuis yang cukup sulit namun diberi kesempatan untuk merevisi, pertanyaan yang terdapat dalam kuis adalah deret fibonacci. Deret Fibonacci adalah 1,1,2,3,5,8,13,...,n dimana dimulai dari 1 bukan dari 0. Program yang diminta adalah agar kita memasukkan suku ke berapa dan ber output angka fibonacci pada suku tersebut. Namun saya gagal membuat dikarenakan output dari program saya adalah seluruh deretnya melainkan satu suku aja.

berikut merupakan program saya berdasarkan website https://www.programiz.com/python-programming/examples/fibonacci-sequence

Tugas Fibonaci fabyo.png

menggunakan metode if else dan Loop


Pertemuan 4

1. Pemodelan

Pada pertemuan kelas Metode Numerik kali ini, Pak Dai memberikan materi mengenai apa itu pemodelan. Model merupakan suatu representasi, simplifikasi atau asumsi dari sebuah benda ataupun sistem yang dibuat untuk mendekati benda ataupun kondisi nyata. Model diperlukan untuk merepresentasi hal yang sulit dibuat ulang. Model harus ada karena saat kita mendesign, kita harus memastikan apa yang kita design valid sesuai rancangan atau tidak. maka dengan itu kita harus mengerti makna dari model.


2. Tugas

Tugas yang diberikan minggu ini adalah aplikasi eliminasi gauss untuk melaksanakan Finite Element Analysis. Pengerjaan tugas ini dapat dilihat pada Page Kelompok 14


Pertemuan 5

pada pertemuan ini kami dikenalkan asisten dosen dari asisten riset Pak Dai dimana beliau mengajarkan apa itu pegas dan bagaimana rangkaian pegas seri dan bagaimana bentuk matriksnya. Dimana pegas itu memiliki koefisien tertentu dan dapat digabungakan dengan seri agar merubah koefisien sebuah pegas. pegas sendiri memiliki karakteristik yang unik yaitu F= (-K dX) dan memiliki matriks yang identis untuk menghitung koefisien pegas kemudian kami diberikan tugas untuk mempelakjari ulang di rumah

Tugas KOEFISIEN fabyo.png

Pertemuan 6

Pada pertemuan ini pak Dai memberi maksud apa itu Kontinu dan apa yang dimaksud dengan penerapannya di teknik. Bagi pak Dai semua hal disekeliling kita adalah kontinyu dan semua hal memiliki suatu wujud. baik itu udara, meja, komputer dan lain-lain. pada minggu ini kami juga dijelaskan apa itu diffrensial dan manfaat diffrensial. dengan contoh sebagai hubungan persamaan kecepatan, percepatan, dan jarak dimana mereka memiliki hubungan persamaan untuk integral dan diffrensial.


Pertemuan 7 & Jawaban quiz

a. problem set 2.1 nomer 6 halaman 55

    from numpy import linalg
    import numpy as np
         #definisikan matriks A
    A1 = [0, 0, 2, 1, 2]
    A2 = [0, 1, 0, 2, -1]
    A3 = [1, 2, 0, -2, 0]
    A4 = [0, 0, 0, -1, 1]
    A5 = [0, 1, -1, 1, -1]
    nmat = np.array ([A1, A2, A3, A4, A5])
    #definisikan matriks B
    B = np.array ([1, 1, -4, -2, -1])
    #Dibawah ini adalah kode untuk memecahkan persamaan aljabar linear bertuliskan (linalg)
    jawaban = linalg.solve (nmat,B)
    a = int(jawaban[0])
    b = int(jawaban[1])
    c = int(jawaban[2])
    d = int(jawaban[3])
    f = int(jawaban[4])
    #munculkan hasil 
    print("Jawab : X1 adalah ", a)
    print("X2 adalah ", b)
    print("X3 adalah ", c)
    print("X4 adalah ", d)
    print("X5 adalah ", f)
    #maka dari cara kedua didapat matriks Xnya adalah
             Jawab : X1 adalah  2
             X2 adalah  -2
             X3 adalah  1
             X4 adalah  1
             X5 adalah  -1

penjabaran : cara ini merupakan cara satu-satunya yang saya ketahui pada saat test, sehingga hint di soal tidak terlalu membantu saya. Saya mempelajari ini bersama teman saya Adam Ilham & Farhan Tiarrafi. Bagi saya yang membuat cara ini mudah dikarenakan semua didefinisikan terlebih dahuludan menggunakan linalg.


b. problem nomer 2 halaman 263


  # Di sini, kita akan menggunakan x0 dan y sebagai titik asal, x sebagai t yang diinginkan, dan h sebagai increment. Kita menggunakan h = 0.01. 
    x0 = 2
    y = 1
    h = 0.01
    x = float(input("Masukkan nilai t: "))
    if x>0 :
      # dydx menyatakan persamaan awal dalam soal.
      # Didapat hasil  x^2-4y

      def dydx(x, y): 
        return (x**2-4*y) 
      # Ini merupakan implementasi perhitungan Runge-Kutta.
      def rungeKutta(x0, y0, x, h): 
        n = (int)((x - x0)/h)  
        y = y0 
        for i in range(1, n + 1): 
           k1 = h * dydx(x0, y) 
           k2 = h * dydx(x0 + 0.5 * h, y + 0.5 * k1) 
           k3 = h * dydx(x0 + 0.5 * h, y + 0.5 * k2) 
           k4 = h * dydx(x0 + h, y + k3) 

           # untuk y selanjutnya 
           y = y + (1.0 / 6.0)*(k1 + 2 * k2 + 2 * k3 + k4) 

           # untuk x selanjutnya
           x0 = x0 + h 
           list.append(y)
        return y 
      print("Nilai y pada t =", x, "adalah", rungeKutta(x0, y, x, h))
    kemudian akan didapatkan hasil apabila t=0.03
input
Masukkan nilai t: 0.03
Nilai y pada t = 0.03 adalah 1

penjabaran : Pada soal ini kode yang saya masukkan error saat ujian sehingga saya tidak mampu menjawabnya dan saya sendiri juga tidak terlalu menguasai range kutta 4th rule dikarenakan pembahasan kemarin masih belum saya pelajari ulang. Disini saya diajarkan oleh Adam Ilham untuk membuat kodingan ini. saya sendiri tidak tahu apa bentuk jawaban seharusnya. berhubung saya masih membutuhkan bantuan itu saya mengerjakan ini telat dikarenakan saya belajar ulang terlebih dahulu agar bisa. pada kode ini hal yang masih saya kurang ngerti adalah pada saat bagian ini

# Ini merupakan implementasi perhitungan Runge-Kutta.
     def rungeKutta(x0, y0, x, h): 
       n = (int)((x - x0)/h)  
       y = y0 
       for i in range(1, n + 1): 
          k1 = h * dydx(x0, y) 
          k2 = h * dydx(x0 + 0.5 * h, y + 0.5 * k1) 
          k3 = h * dydx(x0 + 0.5 * h, y + 0.5 * k2) 
          k4 = h * dydx(x0 + h, y + k3) 

bagian tersebut yang buat saya gagal menyelesaikan soal. dikarenakan k1 saya memiliki rumus yang sama dengan k2 k3 k4 sedangkan seharusnya tidak. halitu yang menyebabkan kode saya error. sekian dari penjabaran 2 soal diatas Terima Kasih, Mohon toleransinya.


UTS

Seperti biasa UTS, sulit

disini metode numerik di phyton cukup susah, sehingga saya menggunakan bahasa laian yaitu persamaan numerik di EXCEL, excel sendiri merupakan salah satu software metode numerik yang paling terkenal di dunia


UTS A FABYO.png
UTS B fabyo.png
UTS C fabyo.png


Revisi UTS & Video

Soal A, Berikut merupakan hasil codingan saya setelah diajari oleh teman saya Rivaldo Marta dia menjelaskan apa arti kode ini dan bagaimana cara mentranslate suatu permasalahan fisika ke codingan python

   from math import*
   #memasukkan variabel yang dipelukan
   g=9.81
   m1=eval(input("massa 1 dalam kg: "))
   m2=eval(input("massa 2 dalam kg: "))
   m3=eval(input("massa 3 dalam kg: "))
   alpha=eval(input("sudut dalam radian: "))
   ms=eval(input("koefisien gesek statis: "))
   y=sin(alpha)
   x=cos(alpha)
   z=(y-ms*x)
   T1=m1*g*z
   T2=T1+m2*g*z
   T3=T2+m3*g*z
   m4=T3/g
   print("nilai T1 adalah: ", T1, "Newton")
   print("nilai T1 adalah: ", T2, "Newton")
   print("nilai T1 adalah: ", T3, "Newton")
   print("nilai m4 adalah: ", m4, "Newton")

Video A https://youtu.be/PtdbZqgebiM - part 1 https://youtu.be/BKrm23Zq65k - part 2


Soal B, Berikut merupakan hasil codingan saya setelah diajari oleh teman saya Rivaldo Marta dia menjelaskan apa arti kode ini dan bagaimana cara mentranslate suatu permasalahan fisika ke codingan python dan apa itu coefficient drag. Dan mengapa waktu yang dihitung tidak sesuai dengan rumus, yaitu dikarenakan adanya coefficient drag

   #memasukkan nilai variabel yang diperlukan
   cd=eval(input("drag coefficient: "))
   v0=eval(input("Kecepatan Awal (m/s): "))
   m=eval(input("Massa (kg): "))
   a=eval(input("Percepatan (m/s^2): "))
   vt=eval(input("Kecepatan Tertinggi (m/s): "))
   #semua dibagi m
   fdrag=(cd*vt**(3/2))/m
   ft=a
   atot=ft-fdrag
   t=(vt-v0)/atot
   print("waktu mobil untuk mencapai kecepatan tertinggi: ",t, "detik")

Video B https://youtu.be/UJNHuKUxQoo - Part 1 https://youtu.be/n1K7xfwpJa8 - Part 2


Hasil Running https://youtu.be/Yn0G7e7hjB4

Muhasabah https://youtu.be/UTKSezrm6c0