Zefanya Valeryan Harbangan Hutabarat

From ccitonlinewiki
Revision as of 02:38, 27 February 2023 by Zefanya.valeryan (talk | contribs)
Jump to: navigation, search

File:Example.BodyEditor 20230106 141454247jpg

Biodata

Nama : Zefanya Valeryan Harbangan Hutabarat

NPM : 2106630611

TTL : Depok, 31 Januari 2003

Mahasiswa Teknik Mesin UI angkatan 2021



Pertemuan Minggu 1 (14 Februari 2023)

Catatan Pertemuan Minggu 1

Komponen Nilai

1. Value (adab)

2. Knowledge (Paham: konsep & teori)

3. Ketrampilan (Terampil menerapkan konsep, hands-on, analytical skill)


Mekanika fluida adalah cabang mekanika yang mempelajari mengenai pergerakan dari fluida. Pergerakan ini diamati dalam bentuk cairan maupun gas. Dalam mekanika fluida juga dipelajari fluida yang tidak dalam keadaan bergerak atau diam.


Kinematika adalah tinjauan gerak partikel zat cair tanpa memperhatikan gaya yang menyebabkan gerak tersebut. Kinematika mempelajari kecepatan di setiap titik dalam medan aliran pada setiap saat. Di dalam aliran zat cair, pergerakan partikel-partikel zat tersebut sulit diamati, oleh karena itu biasanya digunakan kecepatan pada suatu titik sebagai fungsi waktu untuk mendefinisikan pergerakan partikel. Setelah kecepatan didapat, maka dapat diperoleh distribusi tekanan dan gaya yang bekerja pada zat.


Pertemuan Minggu 2 (24 Februari 2023)

Melakukan tanya jawab dengan ChatGPT :


Pertanyaan 1 : Apa itu tekanan hidrostatik?


Tekanan hidrostatis merujuk pada tekanan yang dihasilkan oleh fluida yang diam atau tidak bergerak karena berat fluida di atasnya. Tekanan ini disebabkan oleh gaya gravitasi yang bekerja pada fluida dan berbanding lurus dengan kerapatan fluida dan tinggi kolom fluida di atas titik yang diam. Tekanan hidrostatis pada suatu titik dalam fluida sama besar di semua arah dan hanya bergantung pada kedalaman titik tersebut di bawah permukaan fluida.

Rumus untuk tekanan hidrostatis adalah:

P = ρgh

di mana P adalah tekanan hidrostatis, ρ adalah kerapatan fluida, g adalah percepatan gravitasi, dan h adalah kedalaman titik di bawah permukaan fluida.


Pertanyaan 2 : Mengapa terdapat perbedaan ketinggian fluida pada manometer?


Perbedaan ketinggian fluida pada manometer terjadi karena adanya perbedaan tekanan pada dua titik dalam fluida. Saat terdapat perbedaan tekanan pada kedua titik, maka fluida akan mengalir dari daerah yang memiliki tekanan lebih rendah ke daerah yang memiliki tekanan lebih tinggi. Aliran fluida ini menyebabkan terjadinya perbedaan ketinggian fluida di kedua ujung manometer.

Misalnya, jika satu ujung manometer dihubungkan ke sumber tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ujung yang lain, maka tekanan di ujung pertama akan lebih besar daripada tekanan di ujung kedua. Ini akan menyebabkan fluida dalam manometer mengalir dari ujung yang lebih rendah tekanannya ke ujung yang lebih tinggi tekanannya, sehingga menyebabkan perbedaan ketinggian kolom fluida di kedua ujung manometer.


Pertanyaan 3 : Apa kelebihan & kekurangan manometer U-Shaped?


U-shaped manometer dapat digunakan untuk mengukur tekanan pada sistem hidrolik, sistem pneumatik, sistem pemanas, dan sistem lainnya. Keuntungan dari penggunaan U-shaped manometer adalah mudah digunakan, tidak memerlukan catu daya listrik, dan dapat memberikan hasil yang akurat dan andal. Namun, penggunaan raksa sebagai cairan pada U-shaped manometer dapat menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan, sehingga saat ini lebih umum digunakan manometer dengan cairan alternatif seperti air atau minyak.